Refleksi 2025: Rai Budarsa Ungkap 3 Pilar Utama di Balik Ketangguhan Hatten Bali Kuasai Industri Wine Nasional
Foto: Ida Bagus Rai Budarsa, Founder Hatten Wines

DENPASAR, Letternews.net – Menutup tahun 2025 yang penuh dinamika, Founder PT Hatten Bali Tbk, Ida Bagus Rai Budarsa, menyampaikan refleksi mendalam mengenai perjalanan lebih dari dua dekade membangun industri wine di Indonesia. Di tengah tantangan global dan perubahan ekspektasi konsumen, tokoh pelopor wine tropis ini menegaskan bahwa keberlanjutan perusahaan bersandar pada tiga pilar utama: kualitas produk, pemasaran berintegritas, dan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Dalam bincang reflektif di ruang kerjanya pada Senin (1/1/2026), Rai Budarsa menekankan bahwa kepercayaan pasar adalah aset yang tidak bisa ditawar dalam industri minuman berkelas internasional.
1. Kualitas Tanpa Kompromi: Karakter Bali, Standar Dunia
Bagi Rai Budarsa, kualitas bukan sekadar standar produksi, melainkan komitmen jangka panjang. Hatten Wines dibangun dengan visi menghadirkan produk kelas dunia yang tetap berakar pada karakter lokal Bali.
“Kepercayaan pasar hanya dapat diraih jika kualitas dijaga tanpa kompromi. Mulai dari pemilihan varietas anggur tropis hingga proses fermentasi terkontrol, seluruh tahapan dijalankan dengan disiplin tinggi. Inovasi tetap dilakukan, namun selalu menghormati standar industri,” jelas Rai Budarsa.
2. Pemasaran Berintegritas: Membangun Nilai, Bukan Sekadar Volume
Menghadapi persaingan yang kian ketat, strategi pemasaran Hatten Bali tidak lagi sekadar mendorong volume penjualan, melainkan membangun Brand Value. Sebagai Penasehat Sanur Chef Community, Rai Budarsa memposisikan Hatten Wines sebagai bagian dari pengalaman gastronomi.
“Pemasaran yang efektif harus mampu mengedukasi pasar dan memperkenalkan cerita di balik produk. Keberhasilan diukur dari kekuatan hubungan jangka panjang dengan mitra di sektor pariwisata, perhotelan, dan kuliner, bukan hanya capaian jangka pendek,” imbuhnya.
3. SDM Unggul: Dari Transaksional Menuju Relasional
Pilar ketiga yang menjadi fondasi paling krusial adalah Sumber Daya Manusia. Rai Budarsa menegaskan bahwa tim penjualan adalah ujung tombak yang harus memiliki kemampuan komunikasi, etika bisnis, dan pemahaman pasar yang matang.
“Tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi tim. Dengan SDM yang berkualitas, proses penjualan tidak lagi bersifat transaksional, melainkan relasional dan berkelanjutan. Mereka adalah aset terpenting yang menjaga integritas budaya kerja kami,” tegasnya.
Menuju 2026 dengan Optimisme Terukur
Rai Budarsa menutup refleksinya dengan optimisme bahwa pertumbuhan yang sehat hanya dicapai melalui keseimbangan ketiga pilar tersebut. PT Hatten Bali Tbk siap melangkah ke tahun berikutnya dengan komitmen untuk terus berinovasi tanpa melupakan nilai-nilai dasar yang telah membentuk perusahaan.
“Hatten Bali siap melangkah sebagai perusahaan yang tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi industri dan ekosistem yang lebih luas,” pungkasnya.
Editor: Rudi.







