PSSI Percepat Kongres Luar Biasa

 PSSI Percepat Kongres Luar Biasa

Foto: Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan

Letternews.net — Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hasani Abdulgani mengakui ada tekanan kuar kepada PSSI untuk mempercepat pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan petinggi baru PSSI.

KLB PSSI tersebut rencananya digelar pada Maret 2023. “Tekanan pasti ada, tetapi bukan ditekan seperti ditodong pistol,” ujar Hasani di Jakarta, Senin (31/10).
BACA JUGA:  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Siap Bersinergi Dengan PSSI
Hasani menegaskan tekanan tersebut datang dari situasi dan bukan dari pihak-pihak tertentu. Peristiwa berdarah di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 135 orang dan melukai ratusan lainnya, membuat PSSI di posisi mesti melakukan sesuatu atas nama kemanusiaan. Hal itulah yang membuat Exco PSSI memutuskan untuk menggelar KLB pemilihan lebih awal dari waktu normal yaitu November 2023.

“Sebagai manusia, kami sedih dengan kejadian tersebut. Karena itu, kami (Exco PSSI-red) berpikir, daripada menunggu sampai masa kerja kami habis pada November 2023, lebih baik dipercepat saja biar suasana reda. KLB ini dilakukan untuk kemanusiaan,” tutur Hasani.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyebut percepatan pelaksanaan KLB demi bergulirnya kompetisi di Indonesia. Hal itu mengingat banyak pihak yang menggantungkan hidupnya dari adanya pertandingan di stadion-stadion.

“Saya hanya ingin kompetisi itu bisa berjalan. Dengan kompetisi terhenti maka marwah sepak bola itu akan hilang,” kata pria yang akrab dipanggil Iwan Bule, dalam rilisnya Senin.

Iriawan juga menepis tudingan sejumlah pihak yang selama ini menilainya lari dari tanggungjawab terhadap tragedi Kanjuruhan. Dia menegaskan tidak ada sedikit pun terlintas di hatinya tragedi tersebut.

Lebih lanjut, Iriawan mempersilakan mekanisme mempercepat KLB berjalan karena keputusan tersebut merupakan hasil pertemuan dengan seluruh anggota Exco PSSI.

“Kami sepakat mengusulkan kepada FIFA untuk mempercepat kongres dan KLB untuk merespons rekomendasi TGIPF dengan tujuan agar kompetisi sepak bola di Indonesia dapat diizinkan digelar kembali. Selain itu, Kami melakukannya karena adanya permintaan dari anggota kami yang memiliki suara (voters),” kata Iriawan.

Menurut Iriawan, pihaknya berharap proses percepatan KLB ini bisa diakomodasi juga FIFA yang menjadi induk organisasi PSSI. Karena itu, kata Iriawan, harus menunggu dan bersabar. Dia uga berharap duka sepak bola Indonesia berakhir dan kompetisi kembali bergulir.

BACA JUGA:  PSSI layangkan protes atas kinerja wasit

Yaitu, kompetisi Liga 1, Liga 2 hingga Liga 3 yang selama ini sempat terhenti pasca-Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober lalu. (LN/ANT)

.

Bagikan: