Kesenian Kontemporer Bali Butuh Panggung Seimbang, Ibu Putri Koster Siapkan Lomba Drama Modern
Perkuat Transparansi, Pj. Sekda Eddy Mulya: Sekretaris OPD Adalah “Panglima” Komunikasi Publik Denpasar
Foto: Pj. Sekda Kota Denpasar Eddy Mulya tekankan peran Sekretaris OPD sebagai panglima komunikasi publik dalam Rakor Optimalisasi PPID. Cek strategi transparansinya!

DENPASAR, Letternews.net – Di tengah pesatnya disrupsi digital dan dinamika isu global, Pemerintah Kota Denpasar mengambil langkah strategis untuk memperkuat tata kelola informasi. Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Gedung Wanita Santhi Graha, Selasa (23/12/2025).
Rakor yang dikoordinir oleh Dinas Kominfos Kota Denpasar ini dihadiri oleh para Sekretaris Perangkat Daerah selaku PPID Pelaksana, dengan menghadirkan narasumber akademisi Universitas Udayana, Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel.
Komunikasi yang Empatik dan Responsif
Mewakili Walikota Denpasar, Pj. Sekda Eddy Mulya menegaskan bahwa komunikasi publik bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap prestasi pemerintah harus disampaikan secara cepat dan empatik.
“Tugas kita adalah membuat warga Denpasar tersenyum dan meningkatkan indeks kebahagiaan. Komunikasi yang baik memastikan masyarakat memahami serta mengapresiasi kerja nyata pemerintah,” ujar Eddy Mulya.
Beliau menginstruksikan agar setiap perangkat daerah memiliki kepekaan terhadap krisis (sign of crisis). Belajar dari fenomena perubahan iklim dan banjir beberapa waktu lalu, manajemen risiko komunikasi harus berjalan sinergis dan terpadu.
Sekretaris OPD Sebagai “Panglima” Informasi
Dalam arahannya yang tajam, Eddy Mulya menyebutkan bahwa keberhasilan komunikasi publik berada di tangan para Sekretaris OPD. “Sekretaris OPD adalah panglima komunikasi publik di masing-masing perangkat daerah. Ini harus menjadi pegangan bersama,” tegasnya.
Dinas Kominfos dan Bagian Prokopim ditunjuk sebagai “rumah besar” yang akan memonitor serta mengevaluasi pola komunikasi seluruh instansi agar tetap satu suara (one tone), transparan, dan akuntabel.
Transformasi Media Sosial: Dari Seremonial ke Dampak Nyata
Kepala Dinas Kominfos Kota Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi, menambahkan bahwa media sosial kini menjadi etalase utama kinerja pemerintah. Ia mendorong agar laporan kinerja tidak lagi bersifat seremonial.
“Penyajian informasi harus berbasis aktivitas dan dampak dengan narasi sederhana namun visual yang kuat. Kita harus hadir secara aktif dan kredibel di kanal media sosial,” jelas Wirakusuma.
Selain itu, Rakor ini menekankan integrasi sistem pengaduan seperti SP4N-LAPOR!, PRO Denpasar, dan media sosial. Sinkronisasi data ini krusial agar setiap keluhan masyarakat dapat direspons secara personal, berbasis data, dan kolaboratif. Dengan PPID yang optimal, Pemkot Denpasar berkomitmen menjadi pemerintah yang tangguh, inklusif, dan berdaya.
Editor: Rudi.







