Perkuat Prinsip Bali Mawacara, 2.500 Bandesa Adat Berkumpul di Pasamuhan Agung V MDA Provinsi Bali
Foto: Manggala Karya (Ketua Panitia), Dr. Dra. I Gusti Ayu Diah Yuniti, M.Si, Sebanyak 1.500 Bandesa Adat se-Bali hadiri Pasamuhan Agung V MDA di Bedulu. Fokus pada Prinsip Bali Mawacara dan pengukuhan pengurus masa bakti 2025-2030.

GIANYAR, Letternews.net – Ribuan tokoh adat dari seluruh pelosok Pulau Dewata memadati Desa Adat Bedulu, Gianyar, pada Jumat (26/12/2025). Kehadiran mereka bertujuan untuk mengikuti gelaran strategis: Pasamuhan Agung V Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali. Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam menetapkan arah kebijakan adat, budaya, dan kearifan lokal Bali di masa depan.
Dalam laporan panyambrama yang disampaikan oleh Manggala Karya (Ketua Panitia), Dr. Dra. I Gusti Ayu Diah Yuniti, M.Si, ditekankan bahwa acara ini merupakan titik temu utama bagi 1.500 Bandesa Adat se-Bali untuk menyatukan visi dan tafsir mengenai Prinsip Bali Mawacara.
Pamikukuhan Panca Angga Masa Bakti 2025-2030
Selain agenda rapat akbar, Pasamuhan Agung V ini dirangkaikan dengan prosesi sakral Pejayan-Jayan dan Pamikukuhan Panca Angga MDA Kabupaten/Kota se-Bali Masa Bakti Ayahan 2025-2030. Para prajuru baru yang dikukuhkan diharapkan mampu mengemban amanah untuk menata desa adat agar semakin sejahtera, tertib, dan maju secara Sekala-Niskala.
“Melalui pengukuhan ini, diharapkan para prajuru anyar dapat menjaga eksistensi dan keharmonisan bersama (Jagadhita) di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis,” ujar Dr. Diah Yuniti dalam laporannya.
Sinergi Pemerintah dan Majelis Desa Adat
Keberhasilan gelaran besar yang dihadiri sekitar 2.500 undangan ini tidak lepas dari sinergi kuat antara MDA Provinsi Bali dengan pemerintah daerah. Acara ini didanai melalui Hibah Anggaran MDA Provinsi Bali Tahun 2025 serta didukung penuh oleh fasilitas dari Pemerintah Provinsi Bali (Murdaning Jagat Bali) dan Pemerintah Kabupaten Gianyar.
Kehadiran para pemangku kebijakan di tengah masa cuti bersama ini menjadi bukti nyata komitmen negara dan daerah dalam menjaga pilar utama kebudayaan Bali, yakni Desa Adat.
Menuju Keputusan Strategis (Pararem)
Pasamuhan Agung V ini diagendakan untuk merumuskan berbagai kebijakan strategis dan pedoman (Pararem) yang akan menjadi acuan bagi seluruh desa adat di Bali. Dr. Diah Yuniti berharap, dengan restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa, keputusan yang lahir dari pertemuan di Bedulu ini dapat menjadi kompas bagi pelestarian adat Bali yang bermartabat.
Acara dibuka secara resmi oleh Murdaning Jagat Bali (Gubernur Bali), yang sekaligus memberikan sambrama wacana untuk memotivasi para Bandesa Adat dalam menjaga marwah tanah kelahiran.
Editor: Rudi.







