Targetkan Juara Umum Porprov 2027, Wawali Arya Wibawa Buka Rakerkot KONI Denpasar 2026
Penutupan Silaknas Milad ke-35 ICMI: Prof. Arif Satria Tegaskan Komitmen Kolaborasi Strategis, Fokus Penguatan SDM, Ketahanan Pangan, Industri Halal, dan Pendidikan Dini Menuju Generasi Emas 2045
Foto: Penutupan Silaknas ICMI (7/12) Bali: Prof. Arif Satria dorong ICMI pimpin inovasi dan kolaborasi 2026. Fokus di 7 prioritas: Ketahanan Pangan, Kualitas SDM, Transformasi Pendidikan Dini (Insan Cendekia), dan penguatan Industri Halal menuju Generasi Emas 2045.

BALI, Letternews.net – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) resmi menutup rangkaian Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad ke-35 pada Minggu, 7 Desember 2025, di Bali. Penutupan ini menjadi momentum bagi ICMI untuk menegaskan kembali komitmennya sebagai suluh peradaban dan penguat semangat kolaborasi dalam pembangunan nasional, khususnya menyongsong tahun 2026 dan Visi Generasi Emas 2045.
Ketua Umum ICMI, Prof. Arif Satria—yang juga Kepala BRIN—menyoroti empat tantangan prioritas yang harus dijawab oleh cendekiawan muslim: ketahanan pangan, kapasitas SDM, transformasi pendidikan, dan penguatan industri halal.
“ICMI harus menjadi suluh peradaban, menguatkan nilai-nilai keberlanjutan, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan. Kita harus senantiasa bertransformasi dan memimpin inovasi, bukan hanya menginspirasi dengan kata-kata. Kita hadir untuk membangun solusi bagi bangsa,” ujar Prof. Arif Satria.
Kolaborasi Kunci Ketahanan Pangan dan Program MBG
Prof. Arif Satria menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta sangat krusial dalam membangun kedaulatan pangan dan memastikan pemenuhan hak gizi masyarakat.
Terkait program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG), ICMI berkomitmen memperkuat kontribusi pemikiran dan program nyata agar agenda tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas SDM sejak dini.
Pendidikan Dini dan Riset sebagai Fondasi Ekonomi Masa Depan
Menegaskan pandangannya yang mengacu pada ekonom peraih Nobel Paul Romer dan James Heckman, Prof. Arif Satria menyampaikan pesan kunci bagi pembangunan SDM:
-
Ekonomi Berbasis Inovasi: Masa depan ekonomi akan bertumpu pada kekuatan riset dan pengembangan (R&D), human capital, dan kewirausahaan.
-
Pendidikan Usia Dini: Investasi terbesar untuk kemajuan ekonomi adalah pendidikan usia dini, karena merupakan pondasi pembentukan karakter dan kompetensi.
ICMI menindaklanjuti hal ini dengan mendorong ekosistem inovasi di daerah melalui pengembangan Innovation Hub dan perluasan jaringan sekolah Insan Cendekia sebagai model pendidikan berbasis karakter. Kolaborasi dengan Recapital School juga digandeng untuk mendorong pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.
Ekonomi Syariah dan Tujuh Prioritas Perjuangan 2026
Dalam penutupannya, Prof. Arif Satria kembali menegaskan pentingnya penguatan Industri Halal dan Ekonomi Syariah, menyebutnya sebagai masa depan Indonesia.
ICMI pun menetapkan Tujuh Prioritas Perjuangan ICMI pada 2026, yang meliputi penguatan eksistensi ICMI sebagai rumah besar umat Islam, serta aktivasi Organisasi Wilayah (Orwil) dan pembentukan Orwil luar negeri di negara-negara strategis (Australia, China, Belanda, dsb.). Hal ini bertujuan memastikan tujuan ICMI, termasuk mengatasi tantangan ketahanan pangan dan industri halal, dapat terlaksana di tingkat akar rumput dan internasional.
Editor: Rudi.








