Pengabdian Kepada Masyarakat Berupa Penyuluhan Gizi dan Pembentukkan Siswa Peduli Posyandu Remaja di SMPN 3 Sukawati Gianyar

 Pengabdian Kepada Masyarakat Berupa Penyuluhan Gizi dan Pembentukkan Siswa Peduli Posyandu Remaja di SMPN 3 Sukawati Gianyar

Foto: Dokumentasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMPN 3 Sukawati

GIANYAR, Letternews.net Poltekkes Kemenkes Denpasar adalah salah satu institusi pendidikan tinggi kesehatan  dibawah naungan Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah  tiga fungsi utama yang wajib dilaksanakan oleh institusi pendidikan tinggi. Selain dalam bidang  pengajaran, dan  penelitian,  juga fungsi pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Gizi tahun 2025 diantaranya berupa penyuluhan.  Sasaran penyuluhan adalah siswa sekolah. Penyuluhan merupakan bentuk kegiatan pendampingan dengan tujuan menanamkan pengetahuan gizi, disamping juga bertujuan mengenalkan pentingnya posyandu remaja bagi siswa. Selain penyuluhan gizi, juga dilakukan kegiatan pemantauan status gizi. Pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan siswa. Penilaian status gizi ini merupakan bentuk sederhana penapisan masalah gizi dengan tujuan menggambarkan status gizi siswa.

BACA JUGA:  Pengurus DPD Persagi Bali Resmi Dilantik, Komitmen Hadapi Tantangan Gizi Masyarakat

Penyuluhan gizi dilaksanakan melalui mengkemas pesan-pesan sederhana  tentang  gizi seimbang, juga disampaikan tentang pentingnya posyandu remaja. Prinsip gizi seimbang salah satunya adalah asupan gizi yang diperlukan guna mendukung masa pubertas yaitu masa perkembangan fisik dan psikis. Prinsip gizi yang lain seperti : Mengkonsumsi makanan beragam. Penuhi kebutuhan protein. Batasi gula, garam, dan lemak. Pantau berat badan dan tinggi badan normal. Sedangkan posyandu remaja adalah  salah satu wadah pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesehatan remaja. Siswa juga dikenalkan tentang cara  pengukuran antropometri berupa cara penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pengukuran lingkar lengan atas.

Pesan gizi yang disampaikan diharapkan dapat menumbuhkan perilaku gizi yang baik. Perilaku gizi baik dapat berupa kebiasaan makan dan gaya hidup sehat yang memastikan tubuh memperoleh zat gizi yang cukup dan seimbang sesuai kebutuhan tubuh. Pengenalan tentang posyandu remaja dimaksudkan agar siswa bisa berpartisipasi mendukung pelaksanaan posyandu remaja di lingkungan masing-masing. Terbentuk keluarga sadar gizi dari keluarga masing-masing dalam menuju masyarakat sehat. Tumbuh kesadaran remaja untuk selalu memantau pertumbuhan dengan rutin menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan. Keterlibatan remaja dalam kegiatan posyandu remaja, nantinya akan membuka kedekatan akses layanan kesehatan yang diperlukan oleh remaja untuk menuju sehat yang optimal. Keterlibatan dalam pelaksanaan posyandu merupakan wadah bagi remaja dalam turut serta menggerakkan pembangunan kesehatan.

Foto: Dokumentasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMPN 3 Sukawati

Stunting adalah suatu fenomena gagal tumbuh yang pada saat ini bisa dialami oleh siapa saja termasukanak sekolah. Stunting ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari teman sebayanya. Penyebab stunting adalah karena kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama dan juga karena penyakit infeksi yang diderita. Namun permasalahan gizi lainnya yang juga perlu diwaspadai adalah  gizi lebih atau obesitas akibat perilaku gizi salah yang juga banyak dialami anak-anak. Anak cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji, kurang dalam konsumsi sayur dan buah, bahkan anak sering melewati waktu sarapan, pola makan tidak teratur, dan sebagainya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Gizi Balita, Poltekkes Kemenkes Denpasar Latih Kader Posyandu Cegah Stunting

Penanaman gizi seimbang merupakan solusi sederhana untuk mengatasi masalah gizi khususnya pada anak sekolah.  Pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan gizi seimbang dilaksanakan di SMPN 3 Sukawati Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini melibatkan tim pengabdi adalah dosen dan mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar  yang difasilitasi oleh sekolah. Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sekolah SMPN 3 Sukawati memberikan dukungan dalam penyiapan ruang dan menyiagakan siswa. Siswa tampak semangat untuk menyimak materi yang disampaikan. Siswa tampak sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang  prinsip gizi seimbang. Sebagian mereka juga sudah pernah ikut kegiatan posyandu remaja.

Kegiatan pengabmas ini juga mencontohkan kepada siswa tentang cara penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan yang benar. Menyiagakan siswa untuk  berpartisifasi pada kegiatan posyandu remaja di lingkungannya masing-masing.

Pengabdi :

.

Bagikan: