PDI Perjuangan Tabanan Meluruskan Narasi: Edi Wirawan Dipecat Karena Pelanggaran Disiplin, Bukan “Dibuang” Partai!

 PDI Perjuangan Tabanan Meluruskan Narasi: Edi Wirawan Dipecat Karena Pelanggaran Disiplin, Bukan “Dibuang” Partai!

Foto: Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDI Perjuangan Tabanan, I Putu Eka Nurcahyadi

TABANAN, Letternews.net – PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan akhirnya angkat bicara untuk meluruskan narasi yang berkembang di tengah publik terkait status keanggotaan I Made Edi Wirawan. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut menegaskan bahwa pemecatan Edi Wirawan bukanlah tindakan kesewenang-wenangan atau aksi “membuang kader”, melainkan sanksi organisasi yang bersifat mutlak atas pelanggaran disiplin.

Penegasan ini muncul setelah Edi Wirawan diketahui berpindah haluan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang memicu berbagai spekulasi di masyarakat.

BACA JUGA:  Ketua Umum JMSI Motivasi Siswa SMPN 1 Padangsidimpuan

Bukan Persoalan Personal, Tapi Marwah Organisasi

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDI Perjuangan Tabanan, I Putu Eka Nurcahyadi, menyatakan bahwa langkah tegas tersebut didasari oleh mekanisme internal yang berlaku secara nasional.

Tidak ada istilah PDI Perjuangan membuang kader. Yang kami beri sanksi adalah perilaku pengkhianatan terhadap keputusan dan instruksi partai. Ini murni persoalan disiplin organisasi,” tegas Putu Eka pada Senin (26/01/2026).

Menurutnya, sanksi tersebut dijatuhkan karena yang bersangkutan dinilai tidak menjalankan instruksi resmi partai dalam momentum politik strategis, khususnya dalam agenda pemilihan kepala daerah yang membutuhkan loyalitas penuh.

BACA JUGA:  Bangun Sinergi Wujudkan Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan Bersinar

Menjaga Wibawa Partai di Tengah Kontestasi

Putu Eka menjelaskan bahwa setiap partai politik di Indonesia pasti akan mengambil langkah yang sama jika menghadapi pembangkangan kader. Loyalitas terhadap garis komando partai adalah prinsip dasar yang tidak bisa ditawar.

Tidak ada partai yang membiarkan kadernya membangkang keputusan resmi, apalagi dalam kontestasi politik. Jika itu dibiarkan, partai akan kehilangan wibawa,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa PDI Perjuangan sebagai partai ideologis tidak melihat masalah ini sebagai konflik pribadi. “Kami tidak menindak orangnya, kami menindak perbuatannya. Sanksi ini adalah konsekuensi dari pilihan politik yang diambil sendiri oleh yang bersangkutan,” katanya.

BACA JUGA:  Bali Sabet Penghargaan BI Award Implementasi QRIS Terbaik Nasional

Meluruskan Urutan Fakta

Terkait keputusan Edi Wirawan bergabung dengan PSI, PDI Perjuangan menghormati hal tersebut sebagai hak politik individu. Namun, partai meminta agar publik tidak membolak-balikkan fakta sejarah yang terjadi.

Jangan dibalik faktanya. Bukan karena pindah partai lalu dipecat, tetapi karena melanggar keputusan partai, maka dijatuhi sanksi. Dan sikap tegas seperti ini pasti dilakukan oleh partai mana pun,” pungkas Putu Eka.

Dengan penjelasan ini, PDI Perjuangan Tabanan berharap publik dapat melihat persoalan secara objektif dan memahami bahwa penegakan disiplin adalah bagian dari upaya menjaga integritas partai dan kepercayaan konstituen.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: