Kesenian Kontemporer Bali Butuh Panggung Seimbang, Ibu Putri Koster Siapkan Lomba Drama Modern
Pascademo, Saatnya Merajut Kebersamaan dan Introspeksi
Foto: Rudianto, CEO Media Letternews dan Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi JMSI Bali

Denpasar, Letternews.net – Pasca gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah, kini saatnya seluruh elemen bangsa merajut kembali kebersamaan dan melakukan introspeksi diri. Aksi-aksi yang seharusnya menjadi wadah penyampaian aspirasi, justru berujung pada kerusuhan yang merugikan semua pihak. Fenomena ini menjadi cerminan bahwa ada yang salah dalam cara kita berinteraksi dan mengelola perbedaan.
Menurut Rudianto, CEO Media Letternews dan Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi JMSI Bali, demonstrasi yang anarkis bukanlah cerminan dari budaya Indonesia yang mengedepankan musyawarah mufakat. “Unjuk rasa memang hak konstitusi, tapi unjuk batu dan unjuk emosi yang merusak itu kriminal. Kita harus kembali pada jati diri bangsa, di mana dialog dan kebersamaan menjadi solusi utama,” ujarnya.
Rudianto juga menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk introspeksi. “Ini adalah teguran keras. Masyarakat geram karena janji-janji tidak terpenuhi dan program tidak menyentuh akar permasalahan. Pemerintah harus berani mendengar kritik, bukan hanya sibuk dengan pencitraan,” tegasnya.
Peran Penting Media dan Masyarakat
Dalam merajut kembali kebersamaan, peran media dan masyarakat menjadi sangat krusial. Media harus kembali menjadi jembatan informasi yang akurat dan berimbang, sementara masyarakat harus cerdas dalam memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
“Jika kepercayaan dunia pada keamanan Bali hancur, yang rugi adalah rakyat kecil. Mari kita sadar, menjaga Bali tetap damai adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Rudianto.
Pascademo ini, sudah saatnya kita mengesampingkan perbedaan dan fokus pada perbaikan. Kebersamaan dan introspeksi adalah kunci untuk membangun kembali bangsa yang lebih kuat dan harmonis.
Editor: Nil







