Mewujudkan ASN Bali Profesional: Peran Strategis BKPSDM dan Inovasi SiMATA

 Mewujudkan ASN Bali Profesional: Peran Strategis BKPSDM dan Inovasi SiMATA

DENPASAR, Letternews.net – Di balik visi besar Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas, peran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali menjadi fondasi yang menentukan. Lembaga ini berada di garis depan dalam menyiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global.

Kepala BKPSDM Provinsi Bali, I Wayan Budiasa, menegaskan bahwa tugas utama institusinya selaras dengan Misi ke-22 Pemerintah Provinsi Bali. Misi tersebut berfokus pada pemantapan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efisien, transparan, akuntabel, dan bersih melalui penguatan kualitas SDM.

“Kunci tata kelola pemerintahan ada pada kualitas SDM. Efisiensi dan integritas birokrasi sangat ditentukan oleh kompetensi pegawainya,” ujar Budiasa di Denpasar, Senin (2/2/2026).

BACA JUGA:  Pemkot Denpasar Rencanakan Pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu

Sistem Manajemen SDM Terintegrasi di Bali

Sebagai perangkat daerah yang menggabungkan fungsi kepegawaian dan pengembangan, BKPSDM Bali memiliki mandat strategis yang menyeluruh. Cakupan kerjanya meliputi:

Rekrutmen ASN yang transparan.

Pengembangan Kompetensi melalui diklat teknis dan fungsional.

Manajemen Kinerja yang terukur.

Pengelolaan Purnatugas pegawai.

Pemprov Bali juga memberikan investasi jangka panjang melalui skema beasiswa pendidikan bagi aparatur yang ingin meningkatkan kualifikasinya.

BACA JUGA:  "Local Spirit Goes Global": Hari Arak Bali Ke-6 Jadi Momentum Diplomasi Budaya dan Penetrasi Pasar Dunia

Inovasi Digital: Sistem SiMATA dan Manajemen Talenta

Menjawab tantangan era digital, BKPSDM Bali telah menerapkan manajemen talenta berbasis aplikasi melalui SiMATA. Sistem ini memungkinkan setiap ASN memperbarui data kompetensi dan kinerja secara mandiri.

Data tersebut dianalisis ke dalam kuadran talenta, yang menjadi dasar objektif dalam proses mutasi dan promosi jabatan.

“Sistem ini memastikan promosi tidak berdasarkan kedekatan, melainkan pada kompetensi, kinerja, dan potensi nyata,” tegas Budiasa.

BACA JUGA:  Perawat Ditemukan Meninggal di Ruang Operasi Rumah Sakit Swasta di Jembrana

Penguatan Assessment Center dan Kolaborasi Antardaerah

Untuk memperkuat objektivitas penilaian, BKPSDM Bali secara konsisten mengembangkan Assessment Center. Baru-baru ini, digelar pelatihan simulasi assessment center yang didampingi langsung oleh Pusat Penilaian Kompetensi BKN RI.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari Bali, tetapi juga lintas provinsi seperti:

Jawa Timur

Nusa Tenggara Barat (NTB)

Nusa Tenggara Timur (NTT)

Pelatihan ini dirancang inovatif dengan memadukan simulasi lapangan dan analisis studi kasus untuk memperkuat pengambilan keputusan ASN di situasi nyata.

BACA JUGA:  MPR Ajak Semua Parpol Dukung Pemerintahan Baru

Kompetensi Sebagai Syarat Utama Jabatan

I Wayan Budiasa kembali mengingatkan bahwa pengisian jabatan di lingkungan Pemprov Bali tetap berpegang teguh pada regulasi. Asal almamater atau latar belakang pendidikan bukanlah penentu utama, melainkan hasil penilaian kompetensi yang komprehensif.

“Yang utama adalah kompetensi dan kinerja. Semua ASN memiliki peluang yang sama selama memenuhi persyaratan,” pungkasnya.

Dengan sistem yang transparan dan berbasis digital, BKPSDM Provinsi Bali terus membangun birokrasi modern demi mewujudkan SDM Bali Unggul yang berkelanjutan.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: