Targetkan Juara Umum Porprov 2027, Wawali Arya Wibawa Buka Rakerkot KONI Denpasar 2026
Memulihkan Kesucian Tukad Bangkung: Wagub Giri Prasta dan Tokoh Bali Gelar Upacara Parisudha Jagat demi Hentikan Tragedi
Foto: Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ibu Putri Suastini Koster, serta sejumlah pejabat lintas kabupaten.

BADUNG, Letternews.net – Kawasan Jembatan Tukad Bangkung di Desa Plaga, Kabupaten Badung, kini memasuki babak baru pemulihan secara spiritual. Setelah rentetan peristiwa pilu yang terjadi di jembatan tertinggi di Asia Tenggara ini, Pemerintah Provinsi Bali bersama tokoh masyarakat melaksanakan Upacara Yadnya Parisudha Jagat pada Kamis (18/12/2025).
Ritual ini merupakan respons kolektif atas kegelisahan masyarakat terhadap fenomena bunuh diri yang kerap berulang di lokasi tersebut. Hadir dalam persembahyangan ini Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ibu Putri Suastini Koster, serta sejumlah pejabat lintas kabupaten.
Menetralkan Energi Niskala dan Menjaga Harmoni Alam
Upacara Parisudha Jagat dimaknai sebagai upaya penyucian (pengulapan) kawasan dari beban niskala akibat ketidakharmonisan antara manusia dengan alam. Secara spiritual, kawasan ini dipercaya sebagai wilayah wong samar. Dipercaya bahwa pada masa pembangunannya, permohonan izin secara spiritual belum sepenuhnya tuntas, sehingga menyisakan ketidakseimbangan energi yang memengaruhi kondisi psikologis orang-orang tertentu.
“Upacara ini adalah ikhtiar untuk memulihkan keseimbangan Sekala dan Niskala. Kita diajak kembali ‘ber-Tuhan di bumi’, menjaga hubungan horizontal dengan alam sebagai ibu kehidupan agar kawasan ini kembali suci,” ungkap salah satu poin filosofis upacara tersebut.
Prosesi Unik: Pelepasan Kebo Putih dan Angka 33 yang Sakral
Rangkaian upacara berlangsung sangat khidmat di bawah asuhan Jro Mangku Gede Made Pawitra. Beberapa prosesi simbolis yang dilaksanakan meliputi:
-
Pelepasan Kebo Putih: Dua ekor kerbau putih (lanang-wadon) dilepas secara simbolis dan selanjutnya dihaturkan menjadi kebo duwe di Desa Plaga.
-
Simbol Angka 33: Sebanyak 33 ekor burung dan 33 lampion dilepaskan ke udara. Angka 33 dimaknai sebagai simbol keseimbangan dan doa agar kehidupan kembali menemukan jalannya.
-
Gotong Royong Punia: Wagub Giri Prasta menyerahkan punia sebesar Rp25 juta, sementara Ibu Putri Suastini Koster menyumbangkan tiga ekor kerbau demi kelancaran ritual.
Implementasi Sad Kerthi untuk Keselamatan Jiwa
Secara filosofis, ritual ini adalah perwujudan konsep Sad Kerthi—enam upaya menjaga kesucian alam semesta. Pembersihan dilakukan terhadap Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (manusia) untuk mewujudkan Kerahayuan Jagat.
Parisudha Jagat di Jembatan Tukad Bangkung menjadi pengingat bahwa persoalan bunuh diri memerlukan pendekatan komprehensif. Selain keamanan fisik dan bantuan medis, pendekatan kultural-spiritual menyentuh akar kesadaran manusia Bali. Jembatan yang menghubungkan Badung, Bangli, dan Buleleng ini diharapkan kembali menjadi simbol harapan, bukan lagi keputusasaan.
Editor: Rudi.








