Memuliakan Alam Lewat Rahina Tumpek Uye: Bupati Made Satria Pimpin Persembahyangan dan Pelepasan Satwa di Pura Watu Klotok

 Memuliakan Alam Lewat Rahina Tumpek Uye: Bupati Made Satria Pimpin Persembahyangan dan Pelepasan Satwa di Pura Watu Klotok

Foto: Perayaan Tumpek Uye 2026 dipusatkan di Pura Watu Klotok. Bupati Klungkung I Made Satria pimpin persembahyangan dan pelepasan satwa sesuai visi Segara Kerthi.

KLUNGKUNG, Letternews.net — Suasana khidmat menyelimuti kawasan suci Pesisir Pantai Watu Klotok pada Sabtu (07/02/2026). Bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wuku Uye, jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan perayaan Rahina Tumpek Uye sebagai wujud syukur dan penghormatan terhadap dunia hewan serta keseimbangan alam (Segara Kerthi).

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Ketua TP. PKK Klungkung, Ny. Eva Satria. Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Sekda Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, serta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali dan Pemkab Klungkung.

BACA JUGA:  Bejad! Seorang Pria Dihajar Massa Cabuli Anak di Bawah Umur

Implementasi Segara Kerthi: Lepas Burung hingga Tukik

Peringatan Tumpek Uye kali ini tidak hanya diisi dengan persembahyangan bersama di Pura Watu Klotok, tetapi juga aksi nyata pelestarian ekosistem. Sebagai simbol memuliakan ciptaan Tuhan, dilakukan pelepasan berbagai satwa ke alam bebas, mulai dari burung, ikan, hingga tukik (anak penyu) di pesisir pantai.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur Bali Nomor 3 Tahun 2023 tentang Perayaan Rahina Tumpek Uye dengan Upacara Segara Kerthi. Hal ini menjadi bagian dari Tata Titi Kehidupan Masyarakat Bali yang berlandaskan nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam visi Bali Era Baru.

BACA JUGA:  Polisi Amankan Belasan Remaja Hendak Tawuran

Bupati Satria: Syukur atas Peran Hewan dalam Hidup Manusia

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menekankan bahwa Tumpek Uye adalah momentum bagi umat manusia untuk merenungkan kembali hubungan harmonis antara manusia dengan makhluk hidup lainnya.

“Semoga melalui penyelenggaraan kegiatan ini dapat mengingatkan umat sedharma untuk selalu bersyukur dan berterimakasih kepada binatang karena telah membantu dalam kehidupan manusia. Ini adalah bentuk komitmen kita menjaga keseimbangan alam semesta,” harap Bupati Satria.

Upacara ini menegaskan bahwa pelestarian lingkungan di Bali tidak hanya dilakukan secara teknis, tetapi juga melalui pendekatan spiritual yang mendalam guna menjamin keberlangsungan ekosistem darat dan laut secara berkelanjutan.

Editor: Anto.

.

Bagikan: