Malam Perenungan Suci: Pemkot Denpasar Gelar Bakti Siwaratri di Pura Agung Jagatnatha

 Malam Perenungan Suci: Pemkot Denpasar Gelar Bakti Siwaratri di Pura Agung Jagatnatha

Foto: Pemkot Denpasar menggelar persembahyangan Hari Suci Siwaratri di Pura Agung Jagatnatha. Pj. Sekda Eddy Mulya tekankan pentingnya introspeksi diri & Jagra.

DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Kota Denpasar memperingati Hari Suci Siwaratri sebagai momentum penyucian jiwa dan introspeksi diri (mulat sarira). Rangkaian persembahyangan bersama ini dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (17/01/2026) petang, dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan masyarakat umum.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut, Pj. Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, didampingi Ny. I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya. Tampak pula anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, jajaran Forkopimda, PHDI, Sabha Upadesa, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

BACA JUGA:  Sambut HUT ke-238, Pemkot Denpasar Perkuat Perlindungan Pekerja Lewat Sosialisasi K3

Rangkaian Ritual dan Tiga Kali Persembahyangan

Suasana khidmat menyelimuti Pura Jagatnatha yang diiringi suara kidung suci dan alunan gamelan Bali. Rangkaian acara diawali dengan pementasan sejumlah Tari Wali sebagai persembahan suci, sebelum dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Oka Bajing dari Griya Bajing Kesiman.

Sesuai tradisi, persembahyangan Siwaratri di Pura Jagatnatha dilaksanakan dalam tiga tahap waktu utama:

  1. Pukul 18.00 WITA (Saat Sandikala).

  2. Pukul 00.00 WITA (Tengah Malam).

  3. Pukul 06.00 WITA (Pagi keesokan harinya).

BACA JUGA:  Sekda Alit Wiradana Tinjau Bazar Pangan Banjar Tegal Kawan Pemecutan Klod dan Serahkan 50 Paket Bantuan Stunting Kepada Warga

Mulat Sarira untuk Menjadi Pribadi Lebih Baik

Pj. Sekda Kota Denpasar, Eddy Mulya, menekankan bahwa Siwaratri adalah waktu terbaik untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam prabawa-Nya sebagai Dewa Siwa. Ia mengajak umat untuk merenungi segala perbuatan masa lalu sebagai upaya peleburan dosa.

“Momentum Siwaratri hendaknya diisi dengan kegiatan positif yang penuh kesadaran, seperti Dharma Tula, Monobrata, Jagra, Upawasa, serta mengendalikan Panca Indra sebagai wujud wiweka umat Hindu,” ujar Eddy Mulya. Ia berharap melalui penyucian ini, umat dapat menjalankan swadarma (kewajiban) dengan lebih baik di masa depan.

BACA JUGA:  Pemkot Denpasar Komitmen Genjot Vaksinasi Cegah Rabies. Hingga September 2024, Cakupan Vaksinasi Rabies Kota Denpasar Capai 64.791 HPR

Edukasi Makna Siwaratri bagi Masyarakat

Kabag Kesra Kota Denpasar, IB Alit Surya Antara, menambahkan bahwa perayaan rutin ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Selain persembahyangan, Pemkot Denpasar memfasilitasi kegiatan keagamaan lainnya untuk mendalami sastra suci.

“Melalui kegiatan seperti Makekawin, Mageguritan, dan Dharma Tula, kami berharap masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai makna serta tujuan sesungguhnya dari Hari Suci Siwaratri,” jelasnya.

Editor:Rudi.

.

Bagikan: