Malam Kelam di Uluwatu: Turis Tiongkok Diduga Diperkosa dan Ponsel Dirampas Pria Misterius

 Malam Kelam di Uluwatu: Turis Tiongkok Diduga Diperkosa dan Ponsel Dirampas Pria Misterius

Foto: Ilustrasi Oknum Guru SMK Buleleng Diduga Cium Pegawai TU di Sekolah, Polres Buleleng Segera Usut Kasus Pelecehan Seksual!

ULUWATU, Letternews.net – Sederet aksi kriminalitas berat kembali mencoreng wajah pariwisata Bali dalam waktu yang berdekatan. Seorang turis perempuan asal Tiongkok berinisial RF menjadi korban dugaan pemerkosaan dan perampokan setelah menghabiskan malam di sebuah bar di kawasan Pecatu, Senin (23/3/2026) dini hari.

Peristiwa pilu ini bermula saat RF berada di IL Salotto Bar, Uluwatu, hingga pukul 04.00 WITA. Setelah temannya pulang lebih dulu, RF mengaku kehilangan ingatan (blank) sesaat setelah keluar dari bar. Ia baru tersadar ketika sudah berada di atas boncengan sepeda motor seorang pria misterius berbaju biru gelap.

BACA JUGA:  Rajut Harmoni di Bulan Suci: Polda Bali dan Mahasiswa Bersinergi Jaga Kedamaian Pulau Dewata

Dibawa ke Lokasi Sepi dan Terisolasi

Alih-alih diantar ke penginapannya di wilayah Kuta Utara, RF justru dibawa ke area sunyi yang dipenuhi rerumputan tinggi dengan penerangan minim. Di lokasi tersebut, RF diduga diperkosa oleh pelaku. Tak hanya kekerasan seksual, RF juga kehilangan unit iPhone 14 warna ungu miliknya yang diduga dibawa kabur pelaku usai mengantar korban kembali ke guest house.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap turis di kawasan Kuta Selatan, mengingat kasus serupa yang menimpa turis asal China berinisial YA pada awal 2025 lalu di Jalan Suluban hingga kini belum menemukan titik terang.

BACA JUGA:  Perkuat Kolaborasi Jaga Kamtibmas, Polda Bali Gelar Gathering Bersama Wartawan

Polres Badung Buru Pembunuh WNA Belanda

Di saat yang sama, Kepolisian Bali juga tengah bekerja ekstra mengungkap kasus pembunuhan brutal terhadap turis asal Belanda, Rene Pouw (49), yang terjadi di Kerobokan pada Senin malam.

Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, SH, SIK, MH, menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti dari olah TKP dan rekaman CCTV. “Kasus ini menjadi prioritas utama kami. Tim Satreskrim dan Polsek Kuta Utara sedang bergerak cepat untuk mengungkap identitas pelaku secepatnya,” tegas AKBP Joseph, Rabu (25/3/2026).

BACA JUGA:  Polri Gerak Cepat: Ratusan Personel Polda Bali Bersihkan Pantai di Seluruh Bali Usai Arahan Presiden

Ujian Keamanan Pulau Dewata

Dua insiden besar ini menjadi alarm keras bagi sistem keamanan di Bali. Modus operandi pelaku yang memanfaatkan kelengahan korban di jam-jam rawan (dini hari) menunjukkan perlunya peningkatan patroli dan penerangan jalan di jalur-jalur wisata yang sepi. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk lebih waspada dan menghindari bepergian sendirian menggunakan transportasi tak resmi pada jam-jam rawan.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: