Targetkan Juara Umum Porprov 2027, Wawali Arya Wibawa Buka Rakerkot KONI Denpasar 2026
Lumpuhkan Lalu Lintas! Demo Forum Swakelola Sampah Bali Geruduk Kantor Gubernur, Tuntut Solusi Nyata Krisis Sampah
Foto: Ratusan massa Forum Swakelola Sampah Bali menggelar demo di depan Kantor Gubernur Bali hari ini (23/12). Tuntut regulasi dan dukungan pemerintah. Cek situasi terkini!

DENPASAR, Letternews.net – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Swakelola Sampah Bali menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat, Renon, pada Selasa siang (23/12/2025). Aksi ini merupakan puncak dari keresahan para pengelola sampah mandiri terkait kebijakan tata kelola sampah di Pulau Dewata yang dinilai belum berpihak pada sistem swakelola.
Massa mulai tiba di kawasan Renon sekitar pukul 09.00 WITA dengan membawa berbagai atribut, mulai dari spanduk tuntutan hingga replika sampah sebagai simbol darurat lingkungan.
Menuntut Keadilan bagi Pengelola Swakelola
Koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan bahwa sistem swakelola sampah yang selama ini dijalankan oleh masyarakat dan komunitas lokal seringkali terhambat oleh regulasi yang tumpang tindih serta minimnya dukungan infrastruktur dari pemerintah daerah.
“Kami datang ke sini untuk menagih janji Pemerintah Provinsi Bali. Forum Swakelola Sampah sudah bekerja di hilir dan hulu, namun kami merasa dianaktirikan dalam kebijakan anggaran dan fasilitas distribusi sampah menuju TPA atau TPST,” teriak salah satu orator di tengah kerumunan massa.
Beberapa poin utama yang menjadi tuntutan para pendemo antara lain:
-
Kepastian Regulasi: Kejelasan payung hukum bagi pengelola sampah swakelola di tingkat desa dan komunitas.
-
Subsidi Operasional: Dukungan dana atau insentif bagi kelompok swakelola yang berhasil mengurangi volume sampah ke TPA.
-
Akses Infrastruktur: Perbaikan akses transportasi sampah dan ketersediaan lahan untuk pengolahan mandiri.
Situasi Lalu Lintas Renon Terhambat
Akibat aksi demonstrasi ini, arus lalu lintas di sekitar bundaran Renon dan depan Kantor Gubernur Bali mengalami kepadatan. Pihak kepolisian dari Polresta Denpasar tampak berjaga ketat untuk mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif dan mencegah terjadinya anarkisme.
Sejumlah perwakilan massa sempat meminta untuk bertemu langsung dengan Gubernur Bali atau perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali guna menyerahkan petisi secara langsung.
Respons Pemerintah Daerah
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Provinsi Bali belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi tersebut. Namun, aparat keamanan telah mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur Renon sementara waktu demi menghindari kemacetan total.
Krisis sampah di Bali memang terus menjadi isu hangat, terutama menjelang puncak libur akhir tahun, di mana volume sampah diperkirakan akan melonjak tajam seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
Editor: Rudi.








