“Local Spirit Goes Global”: Hari Arak Bali Ke-6 Jadi Momentum Diplomasi Budaya dan Penetrasi Pasar Dunia

 “Local Spirit Goes Global”: Hari Arak Bali Ke-6 Jadi Momentum Diplomasi Budaya dan Penetrasi Pasar Dunia

Foto: Kadisperindag Bali Ngurah Wriyanata Targetkan Arak & Brem Tembus Pasar Global di Hari Arak Bali 2026

NUSA DUA, Letternews.net – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersiap mencetak sejarah baru dalam industri minuman tradisional. Di bawah komando Kepala Disperindag Bali, I Gusti Ngurah Wriyanata, peringatan Hari Arak Bali ke-6 akan digelar secara megah pada Kamis (29/01/2026) di The Westin Resort Nusa Dua – Bali International Convention Centre (BICC).

Acara ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah forum strategis nasional yang mengundang lebih dari 500 pemangku kepentingan (stakeholders) Arak dan Brem dari seluruh penjuru Bali.

BACA JUGA:  Wawali Arya Wibawa Buka Acara Khitanan Massal di Desa Dauh Puri Klod 

Konsolidasi Hulu ke Hilir Demi Pasar Internasional

Kadisperindag Bali, I Gusti Ngurah Wriyanata, menjelaskan bahwa forum ini dirancang untuk menyatukan seluruh ekosistem, mulai dari petani tradisional, koperasi, produsen, hingga pelaku sektor hospitality dan kementerian terkait. Fokus utamanya adalah memperkuat tata kelola industri agar siap bersaing di pasar global.

“Hari Arak Bali 2026 adalah momentum bagi produk lokal kita untuk naik kelas. Kami ingin menyatukan visi dari hulu ke hilir sehingga Arak dan Brem Bali tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi industri budaya yang modern, aman, dan berdaya saing internasional,” ujar Ngurah Wriyanata.

BACA JUGA:  Dana Desa Denpasar 2026 Terpangkas Drastis 74 Persen, Program BLT dan Ketahanan Pangan Terancam Berhenti!

Spirit Lokal yang Mendunia (Local Spirit Goes Global)

Mengusung tema “Arak Brem Bali, Local Spirit Goes Global”, peringatan tahun ini menandai transformasi besar. Arak dan Brem kini diposisikan sebagai produk “Diplomasi Budaya-Ekonomi”. Artinya, produk ini dikelola secara profesional tanpa kehilangan akar tradisi dan makna spiritualnya yang mendalam.

Bagi masyarakat Bali, Arak dan Brem bukan sekadar minuman beralkohol. Keduanya adalah bagian dari jati diri spiritual yang digunakan dalam berbagai ritual adat, melambangkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur.

BACA JUGA:  Penutupan Silaknas Milad ke-35 ICMI: Prof. Arif Satria Tegaskan Komitmen Kolaborasi Strategis, Fokus Penguatan SDM, Ketahanan Pangan, Industri Halal, dan Pendidikan Dini Menuju Generasi Emas 2045

Menuju Industri Budaya yang Tertata

Melalui inisiatif Disperindag Bali, warisan leluhur ini kini memasuki babak baru sebagai industri yang tertata dan bertanggung jawab. Dengan regulasi yang semakin kuat, Pemerintah Provinsi Bali optimistis Arak dan Brem akan sejajar dengan produk spirit dunia lainnya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani perajin arak di pedesaan.

Pertemuan strategis di Nusa Dua ini diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret terkait standarisasi mutu, perluasan jalur distribusi internasional, dan penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual bagi produk asli Bali.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: