Lantik Badge Ambalan Pattimura-Tiahahu, SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar Gelar Persari “City Explorer” 2026
Foto: Pangkalan SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar gelar Persari Pelantikan Badge Ambalan Pattimura-Tiahahu lewat City Explorer 2026. Simak pesan inspiratif Kamabigus.

DENPASAR, Letternews.net – Menanamkan jiwa kepemimpinan dan kemandirian sejak dini, Gugus Depan 04.01 – 04.02 Pangkalan SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar menyelenggarakan Perkemahan Satu Hari (Persari) pada Minggu (15/02/2026). Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi anggota Pramuka Penegak dalam proses Pelantikan Badge Ambalan.
Berbeda dari perkemahan biasa, Persari tahun ini dikemas dalam konsep “City Explorer: Jejak Pengabdian”. Para peserta ditantang menyusuri jantung Kota Denpasar untuk menguji ketangguhan fisik dan mental, sekaligus mendalami nilai-nilai perjuangan pahlawan nasional.
Kasih Sayang dalam Wujud Pengabdian Bangsa
Kepala SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar selaku Kamabigus, apt. Ni Nyoman Yuningsih, S.Farm., M.Farm., dalam sambutannya menekankan makna mendalam dari pemilihan tanggal kegiatan yang berdekatan dengan momen hari kasih sayang.
“Hari ini, di saat dunia masih terhanyut dalam perayaan kasih sayang, kita berkumpul di sini untuk menunjukkan bentuk kasih sayang yang lebih besar: Kasih sayang kepada sejarah, bangsa, dan semangat kepanduan,” ujar apt. Yuningsih di hadapan ratusan peserta.
Ia menegaskan bahwa nama Ambalan Pattimura dan Martha Christina Tiahahu bukan sekadar identitas, melainkan simbol api keberanian dari Timur Indonesia yang harus terus menyala dalam jiwa setiap siswa.
Tiga Pilar Ujian City Explorer
Melalui metode jelajah kota, para peserta didik dituntut untuk membuktikan tiga kualitas utama seorang Pramuka Penegak:
-
Ketangguhan: Tak gentar menghadapi tantangan medan dan cuaca.
-
Kecerdasan: Taktis dalam memecahkan teka-teki rute dan instruksi.
-
Solidaritas: Berangkat sebagai tim dan kembali sebagai tim yang utuh tanpa ada yang tertinggal.
Kota sebagai Laboratorium Belajar
Lebih lanjut, Kamabigus mengingatkan agar para peserta menjadikan Kota Denpasar sebagai laboratorium belajar. Disiplin di jalan raya, menghargai pengguna jalan lain, dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi poin utama yang dititipkan kepada para siswa.
“Jadikan setiap peluh yang menetes hari ini sebagai penghormatan atas darah dan air mata pahlawan. Jangan pernah menyerah sebelum garis finish, karena pengabdian tidak mengenal kata berhenti di tengah jalan!” tegasnya.
Kegiatan Persari ini diharapkan mampu melahirkan kader Pramuka yang tidak hanya unggul di bidang farmasi, tetapi juga memiliki karakter baja dan kepedulian sosial yang tinggi.
Editor: Rudi.







