Krama Bali Wajib Tahu, Hanya Koster-Giri Usung Warna Sakral Tridatu, Paslon Lain Tidak

 Krama Bali Wajib Tahu, Hanya Koster-Giri Usung Warna Sakral Tridatu, Paslon Lain Tidak

Foto: Koster dan Giri saat ditengah Masyarakat

Letternews.net — Krama Bali wajib tahu, hanya paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) yang mengusung warna sakral di Bali. Warna Tridatu selalu menjadi identik Koster-Giri dalam setiap agenda kampanye terbuka dan pertemuan dengan krama Bali. Hal ini tak terlihat dari karakter paslon lain di Bali.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Desa Gulingan Mengwi Deklarasikan Dukungan ke Koster-Giri dan Adi-Cipta di Pilkada 2024

Dalam setiap momen, Koster-Giri pasti sering berkoordinasi soal penggunaan busana adat Bali. Biasanya, Koster akan mengenakan busana adat Bali dominasi warna putih mulai dari kamen, saput dan udeng.

Sementara Giri Prasta Bupati Badung dua periode, identik dengan busana adat Bali berwarna hitam.
Jika kampanye bersamaan dengan paslon Bupati dan wakil Bupati yang diusung PDI Perjuangan, para paslon Bupati kerap menggunakan busana adat serba merah.

BACA JUGA:  Duta Muda Denpasar Go International! Walikota Jaya Negara Lepas Sashi Kirana Mewakili Indonesia di AYIMUN Kuala Lumpur 2026

Saat berdiri diatas panggung, diatur dengan urutan warna sakral Tridatu yaitu dimulai dari merah, putih dan hitam.

Foto: Rapat Konsolidasi Internal dilakukan DPD PDI Perjuangan Bali, dalam mengahadapi perhelatan Pilkada Serentak 2024 di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Bali, Denpasar

Koster-Giri juga menaati kesakralan ini. Biasanya Koster akan berdiri atau duduk di tengah, diapit Giri disebelah kiri dan paslon bupati dan wakil bupati di sisi kanan.

“Warna yang paling sakral di Bali adalah warna Tridatu.  Merah, putih, hitam,” kata Calon Wakil Gubernur Bali nomor 2 Giri Prasta ketika kampanye terbuka di Karangasem beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  Generasi Milenial dan Z (gen-Z) Bali Nyatakan Dukung Koster-Giri

Hal ini tak sekedar omong-omong. Terlihat saat kampanye di Karangasem, beberapa waktu lalu. Paslon Bupati Karangasem nomor 2 Gede Dana dan Nengah Swadi menggunakan busana serba merah, mengapit Koster yang mengenakan putih dan Giri mengenakan busana serba hitam.

“Di sini Pak Gede Dana merah, Pak Gubernur (Koster) Putih, dan Pak Giri hitam,” kata Giri.

“Kita perkuat warna Tridatu untuk krama Bali yang kita cintai bersama. Selain itu, warna lain tak ada di Bali,” tambah Giri Prasta.

Untuk diketahui, dilansir dari beragam sumber, warna tridatu memiliki makna sebagai lambang manifestasi kesucian Tuhan dalam bentuk Trimurti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa.

BACA JUGA:  500 Warga Rela Panas-Panasan Jumpa Koster-Giri dan Joss 24, Wayan Koster: Kami akan Bangun Wantilan Desa

Merah melambangkan Dewa Brahma, sebagai pencipta, Putih melambangkan Dewa Siwa, sebagai pelebur Hitam melambangkan Dewa Wisnu, sebagai pemelihara.

Tridatu juga melambangkan Tri Kona, yaitu tiga perjalanan hidup manusia, yaitu lahir, hidup, dan mati. Dengan memakai gelang tridatu, diharapkan manusia selalu mengingat Tuhan sebagai pencipta, pemelihara, dan pelebur.

Reporter: Tim

.

Bagikan: