KPK Bentuk Tim Strategi Pencegahan Korupsi Periode 2023-2024, Firli Bahuri Akan Turun Langsung

 KPK Bentuk Tim Strategi Pencegahan Korupsi Periode 2023-2024, Firli Bahuri Akan Turun Langsung

Foto: Mantan Ketua KPK H. Firli Bahuri

Letternews.net — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengungkapkan aksi pencegahan korupsi untuk periode 2023-2024.

BACA JUGA:  KPK Soroti Tingginya Angka Tokoh Politik Terjerat Tindak Pidana Korupsi

Aksi tersebut nantinya bakal dilancarkan oleh tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) yang dikomandoi Ketua KPK.

Adapun, tim Stranas PK terdiri dari lima Kementerian dan Lembaga yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bertindak sebagai koordinator, Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PAN RB dan Kementerian Dalam Negeri.

“Timnas berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya yang terkait, termasuk berkoordinasi intensif dengan Menko Perekonomian, Menko Maritim dan Investasi serta Menteri Politik Hukum dan HAM,” kata Firli di acara peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi 2023-2024 daerah Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2022).

BACA JUGA:  Pasca Putusan MK, PDIP Gelar Rakernas Tentukan Sikap Politik Partai

Firli menjabarkan, aksi Pencegahan Korupsi 2023-2024 ini melibatkan 76 kementerian dan lembaga. Kemudian, 34 pemerintah provinsi, dan 68 pemerintah kabupaten atau kota.

Adapun, 15 aksi Pencegahan Korupsi 2023-2024 tersebut yakni sebagai berikut :

  1. Percepatan Penyelesaian Ketidaksesuaian Pemanfaatan Ruang dan Tumpang Tindih Perizinan Berbasis Lahan Melalui Implementasi Kebijakan Satu Peta;
  2. Pengendalian Ekspor Impor;
  3. Peningkatan Kualitas Data Pemilik Manfaat serta Pemanfaatan Untuk Perizinan, Pengadaan Barang/Jasa;
  4. Perbaikan Tata Kelola di Kawasan Pelabuhan;
  5. Percepatan Proses Digitalisasi Sertifikasi Pendukung Kemudahan Berusaha;
  6. Penguatan Digitalisasi Perencanaan Penganggaran di Tingkat Pusat, Daerah, dan Desa;
  7. Peningkatan Efektifitas Pencegahan Korupsi Dalam Pengadaan Barang dan Jasa;
  8. Optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Melalui Intensifikasi dan Ekstensifikasi di sub-Sektor Mineral dan Batubara (Minerba);
  9. Penataan Aset Pusat;
  10. Penguatan Partai Politik dalam Pencegahan Korupsi;
  11. Optimalisasi Interoperabilitas Data Berbasis NIK Untuk Program Pemerintah;
  12. Penguatan Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (APIP) Dalam Pengawasan Program Pemerintah;
  13. Penguatan Sistem Penanganan Perkara Tindak Pidana;
  14. Optimalisasi Pengawasan Keuangan Desa dan Penataan Aset Desa;
  15. Penguatan Integrasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (ASN).
BACA JUGA:  Kejagung Kembali Tetapkan Satu Tersangka Kasus Korupsi Impor Gula

Firli pun memastikan, akan melakukan pengecekan langsung terkait dampak dari aksi Stranas PK. Hal ini, ditegaskan Firli, penting guna mencegah terjadinya praktik korupsi, serta diharapkan meningkatkan prekonomian.

“Saya akan sidak langsung, target KPK bahwa keberadaan pelabuhan menjamin distrubusi logistik, meningkatkan pendapatan daerah apalagi PNBP,” pungkas Firli. (LN/okezone)

.

Bagikan: