Konsulat-Jenderal Australia di Bali Gencarkan Dukungan: Gelar Pelatihan Keamanan Digital untuk Perempuan Muda, Dorong Aksi Global 16 Hari Anti Kekerasan Digital

 Konsulat-Jenderal Australia di Bali Gencarkan Dukungan: Gelar Pelatihan Keamanan Digital untuk Perempuan Muda, Dorong Aksi Global 16 Hari Anti Kekerasan Digital

Foto: Ilustrasi Pelecehan Seksual

DENPASAR, Letternews.net – Konsulat-Jenderal Australia di Bali menegaskan komitmennya dalam memajukan kesetaraan gender dengan memfasilitasi sesi pelatihan interaktif bertema keamanan digital bagi perempuan muda Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 9 Desember 2025, sebagai bagian dari kampanye global 16 Hari Aktivisme Melawan Kekerasan Berbasis Gender 2025.

BACA JUGA:  Reformasi Menghasilkan Dinasti

Acara tersebut dibuka langsung oleh Konsul-Jenderal Australia di Bali, Ibu Jo Stevens. Tahun ini, kampanye tersebut mengusung tema sentral: “BERSATU untuk Mengakhiri Kekerasan Digital terhadap Semua Perempuan dan Anak Perempuan”.

Konsulat-Jenderal Australia menyambut 22 perempuan muda sebagai peserta pelatihan, yang merupakan bagian dari program Bali WISE dari Yayasan R.O.L.E.. Program ini dikenal bertujuan memberdayakan perempuan muda melalui pendidikan keterampilan guna membangun komunitas berkelanjutan di Indonesia.

BACA JUGA:  Negara Hadir! Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) Berhasil Selamatkan Rp161 Miliar Dana Korban Penipuan Digital

Ancaman Kekerasan Digital dan Self-Protection

Sesi interaktif yang berfokus pada identifikasi kekerasan digital dan langkah menjaga keamanan daring (online) ini dipandu oleh narasumber ahli, Ibu Nyoman Ayu Sukma Pramestisari. Beliau adalah seorang sosiolog dan akademisi dari Universitas Udayana yang dikenal sebagai pakar perlindungan dan pemberdayaan perempuan di dunia digital.

Dalam sambutannya, Konsul-Jenderal Jo Stevens menekankan pentingnya komitmen Australia terhadap kesetaraan gender, baik di dalam negeri maupun internasional.

BACA JUGA:  Pembahasan Eksklusif IKP Lampung Disayangkan

“Kita tahu bahwa ketika perempuan dan anak perempuan tidak mendapatkan hak, kekuasaan, dan kesempatan yang sama, hal itu menciptakan lingkungan di mana kekerasan ditoleransi, dianggap normal, atau dibiarkan begitu saja,” kata Konsul-Jenderal Stevens.

Ia berharap diskusi tersebut dapat membantu komunitas dan individu untuk memahami ancaman yang ada, mengambil tindakan untuk melindungi diri sendiri, serta mendukung para penyintas kekerasan digital.

Konsulat-Jenderal Australia di Bali mengajak seluruh pihak untuk bersatu dan berupaya mengakhiri kekerasan berbasis gender dalam segala bentuknya, memperkuat peran perempuan di ruang digital dengan rasa aman dan setara.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: