Kinerja Industri Jasa Keuangan Bali Resilien Hingga September 2025: Kredit Investasi Tumbuh 13,66%, NPL Turun Drastis, OJK Bali Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan di Pedesaan

 Kinerja Industri Jasa Keuangan Bali Resilien Hingga September 2025: Kredit Investasi Tumbuh 13,66%, NPL Turun Drastis, OJK Bali Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan di Pedesaan

Foto: Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu

DENPASAR, Letternews.net – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, melalui Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, merilis data kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) hingga September 2025 yang menunjukkan kondisi stabil dan resilien. Tercermin dari fungsi intermediasi yang berjalan baik serta permodalan dan likuiditas perbankan yang memadai. Kinerja positif IJK ini turut menopang ketahanan ekonomi Provinsi Bali yang mencatat pertumbuhan 5,88% (yoy) di Triwulan III 2025, menempatkan Bali di posisi ke-4 tertinggi secara nasional.

BACA JUGA:  Sambut Ramadhan 2025, PLN Kembali Tebar Diskon Tambah Daya 50 Persen

Intermediasi Perbankan Solid: DPK Naik, Kredit Investasi Melonjak

Kinerja intermediasi perbankan (Bank Umum dan BPR) Bali menunjukkan soliditas yang meyakinkan:

Indikator Posisi September 2025 Pertumbuhan (yoy) Keterangan
Penyaluran Kredit Rp117,74 Triliun 6,30% Lebih tinggi dari Agustus 2025 (6,12% yoy).
Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp208,25 Triliun 10,12% Kenaikan ditopang oleh nominal tabungan Rp9,98 Triliun.
Kredit Investasi Didorong oleh pertambahan Rp4,62 Triliun 13,66% Menggambarkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap prospek ekonomi Bali.
Kredit UMKM Disalurkan kepada 51,45% debitur 2,94% Porsi penyaluran kredit UMKM Bali lebih tinggi dari tingkat nasional.

Pertumbuhan kredit paling signifikan disumbang oleh Sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum, yang bertambah Rp1,93 triliun atau tumbuh 15,41% (yoy), menunjukkan pemulihan sektor pariwisata.

BACA JUGA:  Mahasiswa Prodi Sarjana Poltekkes Kemenkes Denpasar Gelar Pameran Gizi

Kualitas Aset Membaik Drastis: NPL dan LaR Menurun

Kualitas kredit perbankan Bali tetap terjaga baik, menjadi indikasi kuatnya ketahanan IJK:

  • Non-Performing Loan (NPL) gross turun drastis menjadi 2,82% (September 2024: 3,42%).

  • Rasio Loan at Risk (LaR) juga menurun signifikan menjadi 9,99% (September 2024: 13,43%), berkat penyelesaian kredit restrukturisasi dan ekspansi kredit.

Sementara itu, BPR di Bali menunjukkan ketahanan kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga di 31,43%, menjadi bantalan mitigasi risiko di tengah ketidakpastian global.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Minta Bupati/ Walikota Tidak Terbitkan Izin Pembangunan Hotel-Restoran dan Toko Modern Berjejaring

Pasar Modal Tumbuh Double Digit, OJK Perkuat Literasi Melalui KKN

Sektor Pasar Modal di Bali menunjukkan performa impresif:

  • Jumlah investor (SID) tumbuh 21,68% (yoy) mencapai 338.168 SID.

  • Nilai kepemilikan saham tumbuh 30,43% (yoy) mencapai Rp6,21 triliun.

  • Nilai transaksi saham melonjak 72,55% (yoy) mencapai Rp4,88 triliun.

Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi, OJK Bali telah melaksanakan 162 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 23.609 orang. Strategi andalan OJK adalah melalui Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) 2025 bersama Universitas Udayana, Undiksha, dan Warmadewa, yang menyasar 50 desa dengan melibatkan 751 mahasiswa KKN dan menjangkau lebih dari 63.643 orang.

BACA JUGA:  Kejagung Tetapkan Lima Tersangka Baru

Waspada Investasi Ilegal dan Pengaduan Konsumen

Hingga Oktober 2025, OJK Bali menerima 586 pengaduan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). Pengaduan didominasi oleh permasalahan terkait perilaku petugas penagihan dan restrukturisasi/relaksasi kredit.

OJK terus mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penawaran investasi ilegal, menekankan prinsip “Legal dan Logis” sebelum memilih produk keuangan, dan mengarahkan pelaporan aktivitas ilegal melalui www.sipasti.ojk.go.id atau Kontak OJK 157.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: