Kaesang Tabuh Genderang Perang di Bali: Targetkan Ubah ‘Kandang Banteng’ Jadi ‘Kandang Gajah’ pada 2029!

 Kaesang Tabuh Genderang Perang di Bali: Targetkan Ubah ‘Kandang Banteng’ Jadi ‘Kandang Gajah’ pada 2029!

Foto: Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep tantang dominasi PDI-P di Bali. Targetkan Bali jadi “Kandang Gajah” di 2029 dan optimis PSI jadi partai nomor satu.

BADUNG, Letternews.net – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, baru saja melempar “bom” politik yang mengguncang konstelasi kekuasaan di Pulau Dewata. Dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI Bali yang digelar di Badung, Sabtu (24/01/2026), putra bungsu Presiden ke-7 RI ini secara terang-terangan mematok target ambisius: Meruntuhkan dominasi warna merah dan menjadikan Bali sebagai “Kandang Gajah” pada Pemilu 2029.

Langkah ini dianggap sebagai tantangan terbuka bagi PDI Perjuangan yang selama puluhan tahun menjadikan Bali sebagai basis pertahanan terkuat mereka di Indonesia.

BACA JUGA:  Munas FKP RRI Berjalan Alot Dan Panas

Strategi Gajah: Perlawanan Simbolik PSI

Setelah melakukan rebranding besar-besaran dengan mengubah logo mawar merah menjadi simbol Gajah yang melambangkan kekuatan dan kebijaksanaan, Kaesang yakin partainya mampu menciptakan anomali politik di Bali.

“Kita buktikan di 2029, ini harus menjadi tempat yang baik untuk memelihara gajah,” tegas Kaesang dengan nada penuh optimisme di hadapan ratusan kader.

Target ini bukan sekadar bualan. Kaesang menginstruksikan kepengurusan baru DPW PSI Bali di bawah komando Wayan Suyasa untuk bekerja ekstra keras. Meski saat ini PSI baru memiliki satu kursi di DPRD Provinsi Bali, Kaesang mematok target lompatan besar: Mengincar posisi juara satu di Bali.

BACA JUGA:  Eksodus Tokoh PDIP dan Golkar: Wajah Baru PSI Bali di Bawah Komando Wayan Suyasa Siap Dilantik

Bali Jadi Sasaran Ekspansi Setelah Jawa Tengah

Strategi “Kandang Gajah” ini sebelumnya telah didengungkan Kaesang di Jawa Tengah. Kini, Bali menjadi sasaran ekspansi berikutnya. Kaesang mengakui bahwa kader partai penguasa di Bali sangat solid dan kontributif, namun hal itu justru memicu semangatnya untuk membuktikan bahwa PSI bisa menjadi alternatif utama bagi rakyat Bali.

“Kader di sana (partai penguasa) memang kuat, tapi kader PSI harus bekerja lebih keras untuk merebut hati rakyat. Kita akan tunjukkan bahwa gajah bisa berdiri tegak di sini,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Denpasar Siap Laksanakan Program CKG Pemerintah Pusat, Walikota Jaya Negara dampingi PJ. Gubernur Bali Tinjau Puskesmas I Denpasar Utara

Optimisme di Tengah Tembok Kokoh

Pengamat politik menilai langkah Kaesang ini sebagai manuver yang sangat berisiko namun menarik. Bali selama ini dikenal sebagai “Benteng Merah” yang hampir mustahil ditembus. Namun, dengan kepemimpinan baru Wayan Suyasa yang memiliki basis massa kuat di Badung, PSI berharap ada pergeseran peta suara di tingkat akar rumput pada 2029 mendatang.

Akankah “Sang Gajah” mampu merobohkan tembok kokoh “Sang Banteng” di Pulau Dewata, ataukah ini hanya akan menjadi mimpi politik yang sulit terwujud? Pertarungan menuju 2029 dipastikan mulai memanas sejak dini.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: