Jelang Ramadhan, Wawali Arya Wibawa Ajak Tokoh Agama Masifkan Edukasi “Berkah Tanpa Sampah” di Denpasar

 Jelang Ramadhan, Wawali Arya Wibawa Ajak Tokoh Agama Masifkan Edukasi “Berkah Tanpa Sampah” di Denpasar

Foto: Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa buka workshop pengelolaan sampah di Musholla Al-Hikmah Joglo. Masifkan program Teba Modern dan TPS3R jelang Ramadan 2026.

DENPASAR, Letternews.net — Pemerintah Kota Denpasar terus bergerak cepat memperkuat strategi penanganan sampah berbasis sumber. Pada Minggu (08/02/2026) pagi, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, membuka Workshop Pengelolaan dan Pengolahan Sampah bertajuk “Pengelolaan Sampah Ramadhan Berkah Tanpa Sampah” di Musholla Al-Hikmah Joglo, Padangsambian Klod.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Al-Hikmah Joglo ini menjadi momentum krusial untuk menggalang kolaborasi tokoh agama dalam mengatasi tantangan sampah, terutama menjelang penutupan TPA Suwung pada 1 Maret 2026 mendatang.

BACA JUGA:  Biznet Festival Bali 2024, Perpaduan Musik, Teknologi dan Hiburan Untuk Masyarakat Bali

Kolaborasi Melalui Ceramah Keagamaan

Dalam sambutannya, Wawali Arya Wibawa menegaskan bahwa merubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah jauh lebih kompleks dibandingkan gerakan gotong-royong fisik. Oleh karena itu, edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan melalui seluruh elemen, termasuk tokoh agama.

“Momentum jelang Ramadan ini sangat tepat. Kami mengajak seluruh tokoh agama untuk menyisipkan sosialisasi tata kelola sampah dalam ceramah keagamaan. Edukasi langsung ke rumah tangga adalah kunci,” ujar Arya Wibawa di hadapan perwakilan MUI, Dewan Masjid Indonesia (DMI), PCNU, dan organisasi Islam se-Kota Denpasar.

BACA JUGA:  Songsong 2026 dengan Optimisme, Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru

Solusi Strategis: Teba Modern Hingga Teknologi PSEL

Menghadapi keterbatasan lahan pembuangan, Wawali Arya Wibawa memaparkan sejumlah langkah konkret Pemkot Denpasar:

  • Teba Modern & Komposter: Saat ini telah terbangun 6.000 Teba Modern di rumah tangga dan jumlahnya akan terus ditambah.

  • Ekspansi TPS3R: Optimalisasi 24 TPS3R eksisting dan pembangunan 3 TPS3R skala besar di wilayah Pemecutan Kaja, Sidakarya, dan Sanur pada tahun 2026.

  • Mesin Pengolah Sampah: Pengadaan mesin dengan kapasitas 200 ton yang ditargetkan beroperasi penuh pada Mei mendatang untuk mengcover wilayah tanpa TPS3R.

  • Proyek PSEL: Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir 2027.

“Kebijakan ini tidak hanya untuk jangka pendek, tapi solusi jangka panjang. Jika workshop seperti ini dilakukan masif di seluruh titik, kami optimis masalah sampah di Denpasar cepat tertangani,” tambahnya.

BACA JUGA:  Polda Bali Taggapi Video WNA Berhubungan Intim di Pantai Canggu

Dukungan Masyarakat dan Tokoh Agama

Ketua Yayasan Al-Hikmah Joglo, Hj. Nuryadi, mengapresiasi kehadiran dan dukungan penuh Pemkot Denpasar. Ia berharap workshop ini mampu memberikan solusi nyata bagi pengurus Masjid dan Musholla dalam menjaga kebersihan lingkungan ibadah.

“Dengan pengelolaan sampah yang baik, akan tercipta situasi yang kondusif, aman, dan nyaman bagi kita semua dalam beribadah,” pungkas Nuryadi.

Editor: Anto.

.

Bagikan: