Jajaki Dapur Redaksi Radar Bali, Mahasiswa Fisip Universitas Mahendradatta Bedah Strategi Media di Era Konvergensi dan AI

 Jajaki Dapur Redaksi Radar Bali, Mahasiswa Fisip Universitas Mahendradatta Bedah Strategi Media di Era Konvergensi dan AI

Foto: Foto: Wakil Dekan 3 Fisip Universitas Mahendradatta, Dr. I Ketut Kasna, S.Sos., MH., MAP Menyerahan piagam penghargaan dari Universitas Mahendradatta kepada Radar Bali sebagai bentuk apresiasi 

DENPASAR, Letternews.net – Dalam upaya memperdalam wawasan praktis mengenai industri media massa dan tata kelola komunikasi publik, puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Mahendradatta menggelar kegiatan Study Visit ke Kantor Radar Bali, Jumat (23/01/2026).

Kunjungan ini menjadi momen spesial karena dilaksanakan di kantor baru Radar Bali yang berlokasi di Jalan Jempering, Denpasar. Rombongan mahasiswa diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi Radar Bali, Muhammad Ridwan, didampingi jajaran manajemen.

BACA JUGA:  Sadis 2 Wanita Karaoke Dipersekusi 

Radar Bali: 25 Tahun Menjaga Kepercayaan Publik

Dalam sambutannya, Muhammad Ridwan memaparkan sejarah panjang Radar Bali yang berdiri sejak 12 Februari 2001. Menjelang usia perak (25 tahun), Radar Bali yang berada di bawah naungan Jawa Pos Group tetap konsisten memegang teguh prinsip jurnalistik yang lugas dan tuntas.

“Kunjungan mahasiswa Universitas Mahendradatta ini adalah yang kedua kalinya di kantor baru kami. Radar Bali tetap menjadi pemimpin pasar (market leader) di Bali. Kunci agar koran tetap dibaca di era digital adalah konten yang harus berbeda dengan media online,” ujar Ridwan.

Menanggapi perkembangan teknologi, Ridwan menyebut kehadiran Artificial Intelligence (AI) sebagai tantangan sekaligus alat yang mempermudah kerja jurnalistik. Beliau juga menjelaskan proses produksi yang ketat, di mana proses editing dilakukan hingga larut malam sebelum masuk mesin cetak pada pukul 22.00 WITA untuk menjaga aktualitas berita.

BACA JUGA:  Saiful Huda, Rekonsiliasi Nasional: Mungkinkah?

Pesan Penting: Media Mainstream sebagai Rujukan Terpercaya

Di tengah gempuran media sosial dan algoritma TikTok maupun Instagram, Ridwan menegaskan posisi media mainstream.

“Media mainstream memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi karena melalui proses verifikasi. Berbeda dengan konten anti-mainstream atau media sosial yang mungkin hanya bisa dipercaya 50 persen. Itulah mengapa konvergensi media yang kami mulai sejak 2007 terus berkembang mengikuti perilaku masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA:  Koster dan Kepda Simakrama dengan Praja IPDN asal Bali

Sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Wakil Dekan 3 Fisip Universitas Mahendradatta, Dr. I Ketut Kasna, S.Sos., MH., MAP., yang mendampingi mahasiswa, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian.

“Kunjungan fisik ini sangat penting untuk menambah wawasan mahasiswa, terutama mengenai jurnalistik dan tata kelola media. Ke depan, kami berencana terus meningkatkan kerja sama ini, bahkan ada rencana untuk membuka jurusan komunikasi secara khusus di universitas kami,” jelas Dr. Kasna.

BACA JUGA:  Diduga Penyebar Ujaran Kebencian, Bareskrim Polri Tangkap Pemilik Akun Media Sosial TikTok

Kesan Mahasiswa: Ilmu Baru dari Dapur Berita

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa di antaranya Rudianto, I Ketut Ruma, Ni Made Dwi Adnyani, I Gusti Ngurah Sujana Putra, dan I Putu Ariek Putra Wijaya Kusuma.

I Putu Ariek mengungkapkan rasa antusiasnya ingin mengetahui proses sebuah peristiwa diolah hingga layak dikonsumsi publik. Sementara itu, Ni Made Dwi Adnyani, yang juga menjabat sebagai Sekdes Desa Mekar Buana, Abiansemal, mengaku mendapatkan ilmu baru. “Bagi saya yang berlatar belakang pemerintahan desa, memahami strategi komunikasi media adalah ilmu yang sangat relevan untuk pelayanan publik,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan diskusi interaktif dan penyerahan piagam penghargaan dari Universitas Mahendradatta kepada Radar Bali sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui informasi yang akurat.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: