Gubernur Bali Saksi Penandatanganan Kontrak Sekolah Rakyat Karangasem Senilai Rp255,5 Miliar: Target Rampung Juni 2026

 Gubernur Bali Saksi Penandatanganan Kontrak Sekolah Rakyat Karangasem Senilai Rp255,5 Miliar: Target Rampung Juni 2026

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saksikan kontrak pembangunan Sekolah Rakyat Karangasem senilai Rp255,5 Miliar. Target rampung Juni 2026 untuk putus rantai kemiskinan.

KARANGASEM, Letternews.net – Akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Bali segera memasuki babak baru. Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri langsung prosesi penandatanganan kontrak paket pembangunan fisik dan manajemen konstruksi Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem, yang bertempat di Watujimbar Resort, Sanur, Jumat (19/12/2025).

Proyek ambisius ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang bertujuan memutus rantai kemiskinan struktural melalui penguatan sarana pendidikan berasrama.

BACA JUGA:  Peduli Kesehatan Warga, BRI Gianyar Serahkan Bantuan Satu Unit Ambulans kepada Yayasan Sinar Agung Cemerlang

Investasi Strategis Rp255,5 Miliar untuk Masa Depan Karangasem

Pembangunan fisik Sekolah Rakyat Karangasem ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp255,5 miliar, ditambah dengan kontrak jasa manajemen konstruksi senilai lebih dari Rp3 miliar. Proyek ini dipastikan berjalan dengan standar akuntabilitas tinggi untuk menjamin kualitas bangunan yang bermutu tinggi.

Gubernur Bali menyambut baik kehadiran sekolah ini sebagai solusi konkret pengentasan kemiskinan ekstrem di Pulau Dewata.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali, khususnya di Karangasem. Ini adalah langkah signifikan dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda kita,” ujar Gubernur Bali.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Gandeng Multiplatform RRI Denpasar: Dorong Program ‘Gubernur Menyapa’ Berbasis Kearifan Lokal

Bagian dari Proyek Nasional 104 Lokasi di Indonesia

Melalui sambungan daring, Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Kementerian PUPR, Jonny Zainuri Echsan, menjelaskan bahwa pembangunan di Karangasem merupakan bagian dari program nasional. Pemerintah menargetkan pembangunan 104 Sekolah Rakyat Tahap II di seluruh Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp20 triliun untuk periode 2025–2026.

Pembangunan ini ditargetkan rampung pada Juni 2026 agar dapat mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.

“Prinsip tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, tepat manfaat, dan tertib administrasi menjadi keharusan. Seluruh proses akan diawasi secara ketat oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memastikan penggunaan material dalam negeri dan kualitas hasil kerja,” tegas Jonny.

BACA JUGA:  Kanwil DJP Bali Kukuhkan 202 Relawan Pajak untuk Asistensi Wajib Pajak dalam Melaporkan SPT Tahunan

Sinergi Lintas Sektor untuk Pendidikan Berkualitas

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Bali, Bupati Karangasem, serta jajaran Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR. Sekolah Rakyat dirancang khusus sebagai sekolah berasrama yang menyasar anak-anak dari kelompok masyarakat paling rentan.

Dengan infrastruktur yang permanen dan manajemen yang terstruktur, keberadaan sekolah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan yang mampu melahirkan generasi berdaya saing dari Kabupaten Karangasem.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: