Filosofi “Tetesan Air” I Komang K: Mengapa Potensi Kecil Seringkali Menjadi Penentu Kemenangan Besar?
Foto: I Komang Kusauma (IKK)

DENPASAR, Letternews.net – Dalam dunia manajemen dan pembangunan, seringkali mata kita hanya tertuju pada angka-angka besar dan proyek raksasa. Namun, sebuah refleksi mendalam datang dari I Komang K (IKK), yang mengingatkan kita semua tentang kekuatan dari “tetesan kecil” yang kerap terabaikan namun memiliki daya hancur sekaligus daya guna yang luar biasa.
Melalui narasinya, IKK menyoroti fenomena di mana potensi kecil sering kali tidak diadopsi atau dipandang sebelah mata hanya karena adanya potensi yang lebih besar. Padahal, baik kecil maupun besar, keduanya tetaplah sebuah potensi yang memiliki dampak nyata.
Kekuatan di Balik Ketekunan Tetesan Kecil
Menurut IKK, tetesan air mungkin terlihat sepele, namun ia memiliki sifat alami yang sangat cerdas: selalu mencari jalur termudah untuk terus mengalir.
“Walau hanya tetesan air mengalir, namun selalu bisa mencari jalur paling mudah untuk terus mengalir. Ia bisa melubangi batu, menembus tembok, bahkan membuat bangunan kokoh menjadi rapuh dan keropos jika dibiarkan,” ungkapnya.
Banyak orang salah menilai tetesan kecil sebagai sesuatu yang akan segera habis terserap tanah atau menguap ditelan terik matahari. Jarang ada yang melihatnya sebagai sebuah ancaman bahaya yang tersembunyi (hidden threat) hingga akhirnya kerusakan besar terjadi secara tiba-tiba.
Antara Berkah Manfaat dan Ancaman Fatal
Persoalan mendasar yang diangkat adalah masalah tata kelola dan kepedulian. Tetesan air yang sama bisa menjadi dua hal yang bertolak belakang:
-
Sebagai Berkah: Bila tertampung dengan baik, ia mampu menyirami tumbuhan hingga berdaun lebat, berbunga, dan membuahkan hasil yang manis. Ia adalah sumber kehidupan dan pembersih yang efektif.
-
Sebagai Bencana: Bila disepelekan dan dibiarkan tanpa perhatian, ia akan merembes, merusak struktur, dan berakibat fatal yang merugikan.
Kemenangan Cara Berpikir: Siapa yang Peduli?
IKK menantang para pemimpin dan pemangku kebijakan untuk mulai mengubah paradigma. Kemenangan sejati dalam berpikir dan bertindak adalah ketika seseorang mampu memberikan respons dan perhatian yang sama besarnya terhadap “si kecil air menetes” seperti saat mereka merespons “si besar air bah”.
“Persoalannya adalah siapa yang banyak peduli dan responsif dengan potensi si kecil air mengalir itu? Mestinya tetap sama mencuri banyak perhatian dengan potensi si besar air bah,” tegas IKK menutup refleksinya tentang Kemenangan Cara Berpikir dan Bertindak.
Editor: Rudi.








