LetterNews
21 September 2026
21:02 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

Fakultas Farmasi Unmas Denpasar Edukasi Penyandang Disabilitas Netra Kelola Obat di Rumah

Foto: Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar pelatihan pengelolaan obat bagi penyandang disabilitas sensorik netra dalam pengelolaan obat berbasis buku audio di Yayasan Pendidikan Dria Raba, Denpasar, Sabtu (25/7/2026).

DENPASAR, Letternews.net – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar pelatihan pengelolaan obat bagi penyandang disabilitas sensorik netra di Yayasan Pendidikan Dria Raba, Denpasar, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan bertajuk “Penguatan Kapasitas Penyandang Disabilitas Sensorik Netra dalam Pengelolaan Obat, Khususnya Penyimpanan Obat di Rumah melalui Buku Audio Edukatif” ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemandirian penyandang disabilitas netra dalam mengelola obat secara aman dan benar.

Ketua Tim Pengabdian, apt. Nyoman Budiartha Siada, S.Farm., M.Farm., menegaskan bahwa akses terhadap informasi kesehatan merupakan hak mendasar bagi setiap individu tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas.

[irp]

Media Buku Audio untuk Kesetaraan Akses Informasi

Menurut Nyoman Budiartha, penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses edukasi kesehatan agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri.

“Melalui kegiatan ini kami mengembangkan media edukasi berupa buku audio yang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas sensorik netra. Kami berharap peserta dapat memahami cara mengelola obat, terutama penyimpanan obat di rumah agar tetap aman dan layak digunakan,” ujarnya.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Dria Raba, Ir. Ida Ayu Pradnyani Manthara. Pihaknya menyambut hangat komitmen Fakultas Farmasi Unmas Denpasar yang secara konsisten hadir memberikan edukasi kesehatan di yayasannya setiap tahun.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus kemandirian penyandang disabilitas sensorik netra dalam mengelola obat-obatan di rumah. Kami juga mengucapkan terima kasih karena Fakultas Farmasi Unmas Denpasar secara konsisten melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan di yayasan kami,” ungkap Ida Ayu Pradnyani Manthara.

[irp]

Metode Small Group Discussion dan Evaluasi Terukur

Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode Small Group Discussion (SGD) yang interaktif. Materi edukasi disampaikan terlebih dahulu melalui buku audio yang berisi informasi teknis pengelolaan obat. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk berdiskusi dengan pendampingan langsung dari dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi Unmas Denpasar.

Tim pengabdian berperan sebagai fasilitator selama proses diskusi berlangsung guna memastikan materi diserap sesuai kebutuhan peserta. Untuk mengukur efektivitas program, tim juga melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test yang terarah guna memantau peningkatan pemahaman peserta.

Di akhir kegiatan, apt. Nyoman Budiartha menegaskan bahwa program edukasi kesehatan inklusif ini akan terus berlanjut secara berkala sebagai wujud nyata komitmen Fakultas Farmasi Unmas Denpasar dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian penyandang disabilitas, khususnya dalam bidang kesehatan, sehingga mereka memiliki akses yang setara terhadap informasi dan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Editor: Rudi