Targetkan Juara Umum Porprov 2027, Wawali Arya Wibawa Buka Rakerkot KONI Denpasar 2026
Denpasar Kota Toleransi: Pj. Sekda Eddy Mulya Hadiri Gema Natal Etnik dan Budaya PGPI di DNA
Foto: Pj Sekda Denpasar Eddy Mulya hadiri Natal PGPI di Gedung DNA. Simak pesan indahnya tentang kerukunan antarumat beragama dan sinergi budaya di Bali.

DENPASAR, Letternews.net – Suasana syahdu dan penuh keberagaman menyelimuti Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar pada Rabu (14/01/2026) malam. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, hadir mewakili Walikota Denpasar untuk mengikuti Perayaan Natal bertajuk “Gema Natal dalam Lintasan Etnik dan Budaya” yang diselenggarakan oleh Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kota Denpasar.
Acara ini menjadi potret nyata harmoni di Ibu Kota Provinsi Bali, di mana nilai-nilai Kristiani bersinergi elok dengan kearifan lokal Bali dalam semangat “Natal Ring Jagat Bali”.
Simbol Toleransi: Lonceng Gereja dan Suara Gamelan
Dalam sambutannya, Pj. Sekda Eddy Mulya mengapresiasi tema yang diusung karena mencerminkan wajah Denpasar sebagai pusat kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi. Ia menyebut bahwa umat Pentakosta telah menunjukkan teladan luar biasa dalam membangun jembatan kasih lintas etnis dan agama.
“Dari dentingan lonceng gereja yang bergema di antara pura-pura megah, hingga nyanyian rohani yang berdampingan dengan gamelan sakral, semua mencerminkan nilai Tri Hita Karana dalam semangat Natal,” ujar Eddy Mulya.
Ia menegaskan bahwa kebersamaan adalah kunci sukses pembangunan di tengah dinamika masyarakat urban menuju Bali modern. Pihaknya mengajak seluruh komponen bangsa—baik Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, hingga Konghucu—untuk terus bersinergi membangun karakter bangsa.
PGPI Siap Bersinergi dan Mengabdi untuk Bali
Ketua PGPI Kota Denpasar, Pdt. Norita Megawaty Napitupulu, M.Th, menyatakan bahwa PGPI bukan sekadar wadah organisasi, melainkan mitra strategis pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan berbagai aksi nyata mulai dari doa bersama, pelayanan sosial, hingga aksi kemanusiaan saat Bali tertimpa bencana.
“Kami menyatakan kesiapan PGPI Kota Denpasar untuk bersinergi dan mendukung program-program pemerintah. Kami mendoakan agar Pemerintah Kota Denpasar senantiasa diberkati dan dipenuhi sukacita,” ungkap Pdt. Norita.
Sebagai wujud kecintaan terhadap budaya lokal, perayaan Natal ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan tarian etnik yang mempertegas bahwa iman dan budaya dapat berjalan berdampingan dalam satu tarikan napas persaudaraan.
Editor: Rudi.








