Curah Hujan Tinggi dan Pasca-Galungan Tahan Laju Optimisme Konsumen Bali di Desember 2025

 Curah Hujan Tinggi dan Pasca-Galungan Tahan Laju Optimisme Konsumen Bali di Desember 2025

Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja

DENPASAR, Letternews.net – Optimisme konsumen di Bali pada penghujung tahun 2025 menunjukkan tren perlambatan moderat. Berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Bali periode Desember 2025, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat sebesar 139,42, atau terkoreksi tipis sebesar -1,5% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya.

Meskipun melambat, angka tersebut ditegaskan masih berada pada level optimis (indeks > 100), yang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi Pulau Dewata tetap terjaga di tengah tantangan cuaca ekstrem.

BACA JUGA:  NIK Resmi Gantikan NPWP, Layanan Pajak Kini Lebih Terintegrasi

Cuaca Ekstrem dan Normalisasi Konsumsi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, mengungkapkan bahwa curah hujan yang cukup tinggi pada bulan Desember menjadi faktor utama penahan laju optimisme. Hal ini sejalan dengan data BMKG yang mencatat peningkatan frekuensi hujan lebat ekstrem sebesar 20% (mtm) di Bali.

“Penurunan IKK dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak menentu. Hal ini berdampak langsung pada penurunan pendapatan responden, terutama mereka yang bergerak di sektor usaha skala mikro,” ujar Erwin.

Selain faktor alam, perlambatan ini juga dipicu oleh normalisasi pola konsumsi masyarakat pasca perayaan hari besar Galungan dan Kuningan yang berlangsung pada November 2025 lalu.

BACA JUGA:  Pertemuan Prabowo-Megawati Menunggu Waktu

Profil Optimisme: Dominasi Usia Muda dan Pekerja Formal

Menariknya, optimisme tetap kuat di kalangan generasi muda. Survei menunjukkan kelompok usia 20-30 tahun mencatat indeks tertinggi sebesar 150,5, disusul kelompok usia 41-50 tahun (147,0). Dari sisi status pekerjaan, responden sektor formal menunjukkan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi (144,6) dibandingkan sektor informal (133,7).

BACA JUGA:  Aduan Sektor Infrastruktur Terbanyak Diterima Ombudsman di Bali

Indeks Ekspektasi vs Kondisi Saat Ini

Perlambatan terutama terjadi pada Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang turun dari 152,3 menjadi 147,8 (-3,0% mtm). Faktor pemicunya adalah koreksi pada prakiraan penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja untuk enam bulan ke depan.

Namun, di sisi lain, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) justru mengalami peningkatan tipis menjadi 131,0 (+0,1% mtm). Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap barang-barang tahan lama (durable goods).

BACA JUGA:  Sambut Nataru, Bank Indonesia Bali Siapkan Uang Tunai Rp2,9 Triliun: Simak Lokasi Penukaran Melalui Program SERUNAI

Stabilitas Harga dan Kebijakan Strategis 2026

Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas harga menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru. Hingga Desember 2025, inflasi tahunan Bali terjaga di angka 2,91% (yoy), masuk dalam rentang target nasional 2,5±1%.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan di awal tahun 2026, terdapat beberapa kebijakan kunci:

  • BI-Rate Tetap: Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di level 4,75%.

  • Insentif Pajak: Pemerintah Provinsi Bali memberlakukan pengurangan pokok PKB dan BBNKB mulai 5 Januari 2026 untuk menstimulus konsumsi masyarakat.

BACA JUGA:  Organisasi Perusahaan Pers JMSI Siap Gelar Munas ke-II di Jakarta

Dengan berbagai bauran kebijakan tersebut, ekonomi Bali diharapkan tetap tangguh menghadapi fluktuasi cuaca maupun gejolak global.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: