Targetkan Juara Umum Porprov 2027, Wawali Arya Wibawa Buka Rakerkot KONI Denpasar 2026
Bank BPD Bali Catat Kinerja Gemilang Triwulan III 2025: Aset Tembus Rp42,4 Triliun, Laba Melonjak 22,14%!
Foto: Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H

DENPASAR, Letternews.net – Bank BPD Bali berhasil menjaga momentum pencapaian kinerja positif hingga Triwulan III 2025, membuktikan posisinya sebagai penggerak ekonomi daerah yang tangguh dan efisien. Performa impresif ini ditunjukkan dengan berbagai indikator keuangan yang melampaui target dan tumbuh signifikan secara year-on-year.
Hingga September 2025, total aset Bank BPD Bali mencapai Rp42,4 triliun, melampaui target 102,86% dari Rp41,29 triliun, dan tumbuh 9,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini ditopang oleh fungsi intermediasi yang kuat, dengan penyaluran kredit mencapai Rp24,71 triliun, atau 100,84% dari target, serta pertumbuhan 9,82% (yoy).
Fokus pada UMKM dan Dana Murah
Komitmen Bank BPD Bali terhadap penggerak ekonomi lokal sangat terlihat. Penyaluran kredit UMKM mencapai Rp12,55 triliun, menyumbang 50,80% dari total kredit, melalui produk seperti KUR, Kredit Usaha Alsintan (KUA), Sidi Kumbara, dan lainnya.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) berhasil dihimpun sebesar Rp35,52 triliun, melampaui target Rp33,97 triliun, dan tumbuh 6,68% (yoy). Uniknya, rasio CASA (Current Account Saving Account) mencapai 64,99%, menunjukkan dominasi dana berbiaya murah yang efisien.
Rasio Keuangan Sehat dan Laba Melonjak
Rasio keuangan Bank BPD Bali juga terjaga dengan sangat baik:
- KPMM sebesar 28,60%
- ROA sebesar 3,90%
- ROE sebesar 26,46%
- NIM sebesar 6,40%
- BOPO tercatat sebesar 60,15%, mengindikasikan efisiensi operasional yang prima.
- LDR mencapai 69,54%, mencerminkan kemampuan bank menyalurkan dana produktif.
- NPL Gross hanya 0,85%, jauh di bawah ambang batas ketentuan perbankan.
Kinerja solid ini berujung pada laba sebesar Rp945,43 miliar, melonjak 22,14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Inovasi Digital dan Kontribusi Internasional
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., menegaskan bahwa pencapaian ini didukung penuh oleh Pemegang Saham melalui penyertaan modal yang mencapai Rp2,83 triliun (modal inti Rp5,23 triliun).
Bank BPD Bali juga berkomitmen meningkatkan layanan dan memperluas ekosistem digital. Pada 2025, Bank BPD Bali menjadi satu-satunya Bank Pembangunan Daerah yang terlibat dalam peluncuran QRIS Antarnegara Indonesia–Jepang dan inisiasi sandbox QRIS Antarnegara Indonesia–Tiongkok. Implementasi ini akan memperkuat kolaborasi ekonomi digital, mendukung penerimaan pemerintah daerah, dan mendukung kebijakan pungutan wisatawan asing.
“Bank BPD Bali optimis dapat mendorong serta berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah yang berkelanjutan melalui akselerasi kolaborasi bersama serta dukungan dari Pemerintah dan stakeholder,” pungkas I Nyoman Sudharma.
Editor: Rudi.








