Arus Jawa–Bali Meningkat Jelang Tahun Baru 2026: ASDP Catat 300 Ribu Orang Seberangi Selat Bali

 Arus Jawa–Bali Meningkat Jelang Tahun Baru 2026: ASDP Catat 300 Ribu Orang Seberangi Selat Bali

Foto: peningkatan yang signifikan pemudik dengan kendaraan mobil pribadi.

BANYUWANGI, Letternews.net – Pergerakan masyarakat yang ingin menghabiskan malam pergantian tahun di Pulau Dewata mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan. Data terbaru dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pada H+2 Natal mencatat sebanyak 26.441 penumpang dan 6.593 kendaraan telah menyeberang dari Jawa menuju Bali, atau naik 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengungkapkan bahwa tren pergerakan penumpang tahun ini terasa lebih merata. Hal ini dipengaruhi oleh fleksibilitas pola kerja masyarakat.

“Kebijakan Work From Anywhere (WFA) membuat perjalanan masyarakat tidak lagi menumpuk pada satu hari tertentu. Distribusi arus penumpang menjadi lebih stabil dan teratur,” ujar Heru Widodo.

BACA JUGA:  Wawali Arya Wibawa Ajak Arsitek Bersinergi Dukung Pembangunan Kota Denpasar

Data Kumulatif: Jawa–Bali Masih Mendominasi

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+2 Natal, arus dari Jawa menuju Bali tercatat lebih tinggi dibandingkan arah sebaliknya. Sebanyak 303.595 penumpang dan 81.795 kendaraan telah memasuki Bali melalui Pelabuhan Ketapang.

Sementara itu, dari Bali menuju Jawa tercatat sebanyak 283.267 orang dan 80.886 unit kendaraan. Meskipun jumlah penumpang dari Bali ke Jawa turun tipis 0,3 persen, jumlah kendaraan justru mengalami kenaikan menjadi 7.530 unit pada pantauan terakhir.

BACA JUGA:  Graha Nawasena Program Menginspirasi Untuk Daerah Lain di Indonesia

Operasi Adaptif dan Kesiapan Infrastruktur

Untuk mengantisipasi lonjakan arus menjelang puncak malam Tahun Baru 2026, ASDP menerapkan strategi Operasi Adaptif. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa koordinasi di lapangan terus diperketat guna menjaga kelancaran dua arah.

Beberapa langkah strategis yang disiapkan antara lain:

  • Armada Kapal: Menyiagakan 28 hingga 34 unit kapal di lintas Ketapang–Gilimanuk.

  • Kapasitas Pelabuhan: Kantong parkir Pelabuhan Ketapang mampu menampung 2.370 kendaraan kecil, sementara Pelabuhan Gilimanuk menampung 1.335 kendaraan kecil.

  • Personel Lapangan: Sebanyak 600 petugas disiagakan untuk melayani pengguna jasa di kedua sisi pelabuhan.

BACA JUGA:  KPK Minta Tersangka Korupsi ASDP Kooperatif

ASDP memastikan seluruh layanan tetap prima dan terkendali. Pengguna jasa diimbau untuk tetap memastikan telah memiliki tiket secara mandiri melalui aplikasi resmi sebelum tiba di pelabuhan guna menghindari antrean panjang.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: