Dinasti Basket SDN Kepatihan III Jember: Misi Mempertahankan Takhta Juara di Garuda Cup 2026
Ambisi Arak Bali Jadi “Spirit Ke-7 Dunia”, Ketut Darmayasa Padukan Minuman Lokal dengan Kuliner Timbungan di Grand Istana Rama
Foto:Ketut Darmayasa (Ketua IFBEC) peringati Hari Arak Bali 2026 di Grand Istana Rama. Simak visinya menjadikan Arak Bali spirit ke-7 dunia lewat food pairing Timbungan.

KUTA, Letternews.net – Peringatan Hari Arak Bali pada 29 Januari 2026 menjadi momentum refleksi bagi para pelaku industri pariwisata. Ketut Darmayasa, Ketua Umum DPP IFBEC (Indonesian Food & Beverage Executive Association), kembali menyuarakan visinya untuk membawa Arak Bali ke panggung dunia sebagai pendamping minuman berkelas internasional lainnya.
Dalam acara bertajuk “69 Arak’s Day” yang digelar di Grand Istana Rama Hotel, Kuta, Darmayasa yang juga menjabat sebagai General Manager (GM) di hotel tersebut, menegaskan pentingnya memuliakan arak sebagai identitas budaya yang adi luhung.
Mimpi Spirit Ke-7 Dunia: Bukan Sekadar Wacana
Enam tahun lalu, Darmayasa telah mewacanakan agar Arak Bali diakui sebagai Spirit ke-7 Dunia, bersanding dengan jenama besar seperti Brandy, Gin, Rum, Tequila, Vodka, dan Whisky. Meski ia mengakui perkembangannya sempat terasa “jalan di tempat”, ia tetap optimistis target tersebut akan segera terwujud.
“Saya percaya semua itu akan segera terwujud. Mari kita terus kembangkan dan lestarikan dengan bertanggung jawab. Kita harus memuliakan arak sebagai identitas budaya kita sendiri,” ujar Darmayasa di sela-sela perayaan Hari Arak Bali, Kamis (29/01/2026).
Food Pairing: Harmonisasi Arak dan Ayam Timbungan
Sebagai pakar di bidang Food & Beverage, Darmayasa melakukan langkah nyata dengan mempopulerkan konsep food pairing (penyandingan hidangan). Di Grand Istana Rama, Arak Bali dikreasikan untuk mendampingi masakan khas Bali yang otentik, yakni Ayam Timbungan.
“Menu itu kita kreasikan. Kalau di dunia kuliner, arak itu sangat cocok disandingkan dengan masakan khas Bali. Itulah mengapa kami memadukan Arak Bali dengan Timbungan dalam perayaan kali ini. Kita boleh menjual produk luar negeri, tetapi harus lebih bangga menjual produk lokal yang patut kita hargai,” tambahnya.
Melestarikan dengan Tanggung Jawab
Darmayasa menekankan bahwa dukungan terhadap Hari Arak Bali bukan sekadar euforia, melainkan upaya budidaya dan pelestarian yang bertanggung jawab. Ia berharap Bali mendapat perhatian lebih dari segi kualitas minuman lokal agar dapat bersaing di pasar global tanpa kehilangan akarnya sebagai simbol kebersamaan dan ritual budaya.
Editor: Rudi.








