Akurasi 99,99 Persen: Misteri Potongan Tubuh di Ketewel Terungkap, Sah Milik Ihor Komarov

 Akurasi 99,99 Persen: Misteri Potongan Tubuh di Ketewel Terungkap, Sah Milik Ihor Komarov

Foto: Kabid Humas Kombes Pol Ariasandy S.I.K

DENPASAR, Letternews.net – Teka-teki penemuan potongan tubuh manusia di muara Sungai Wos Teben, Banjar Keden, Desa Ketewel, Gianyar, akhirnya menemui titik terang. Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengonfirmasi bahwa hasil pemeriksaan Deoxyribonucleic Acid (DNA) menunjukkan identitas korban adalah Ihor Komarov, warga negara Ukraina yang dilaporkan diculik beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menyatakan bahwa hasil uji laboratorium forensik yang keluar pada Kamis (5/3/2026) memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi.

BACA JUGA:  Direktur RSUD Wangaya dr. A.A. Made Widiasa Jabat Ketua DPW MHKI Bali, Komitmen Mengedepankan Mediasi dan Advokasi Sengketa Medis

Akurasi DNA Capai 99,99 Persen

Berdasarkan data medis, profil DNA dari potongan tubuh tersebut identik dengan bercak darah yang ditemukan penyidik di dalam mobil dan vila yang menjadi lokasi penculikan korban.

“Hasil pemeriksaan DNA ini akurat 99,99 persen saat dicocokkan dengan DNA pembanding dari ibu korban. Berdasarkan perhitungan indeks paternitas, probabilitasnya mutlak. Jadi, potongan tubuh di Ketewel adalah Ihor Komarov,” ujar Kombes Pol Ariasandy di Mapolda Bali, Jumat (6/3/2026).

BACA JUGA:  Viral Penurunan Baliho Bacalon Kabid Humas Polda Bali Angkat Bicara

Korban Dipastikan Tewas Dibunuh

Temuan ilmiah ini mempertegas fakta memilukan bahwa korban penculikan tersebut telah dihabisi secara keji oleh para pelaku. Polisi kini fokus memburu enam orang tersangka yang diduga kuat sebagai eksekutor dalam kasus pembunuhan berencana ini.

Polda Bali juga telah berkoordinasi untuk menyampaikan hasil identifikasi ini kepada keluarga korban di Ukraina melalui saluran diplomatik resmi.

BACA JUGA:  Pabrik di Sidakarya: Beda Temuan DPRD Bali dan BPN Picu Polemik

Tersangka Diduga Kantongi Paspor Ganda

Hingga saat ini, keenam tersangka masih dalam pengejaran intensif. Proses penangkapan menemui tantangan karena para pelaku diduga memiliki lebih dari satu paspor (identitas ganda), yang memudahkan mereka untuk berpindah tempat atau bersembunyi.

“Pihak kepolisian masih melakukan sejumlah upaya pengejaran. Kami menduga para pelaku memiliki mobilitas tinggi dengan dukungan dokumen identitas ganda,” pungkas Ariasandy.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: