Agroteknologi Unmas Denpasar Berkolaborasi Peningkatan Pasca Panen Jeruk Kintamani Bali

 Agroteknologi Unmas Denpasar Berkolaborasi Peningkatan Pasca Panen Jeruk Kintamani Bali

Foto: Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Mahasaraswati Denpasar Cokorda Javandira, S.P., M.P.

Digiqole Ad

Letternews.net — Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Awan Kintamani. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan salah satu komoditas unggulan Bali yang dikenal dengan rasa manisnya yang khas dan kualitasnya yang sangat baik yaitu Jeruk. Di balik kelezatan buah jeruk ini, terdapat kerja keras petani lokal yang berjuang untuk menjaga kualitas buahnya. Sebagai upaya meningkatkan kualitas jeruk dan membantu para petani setempat, Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Mahasaraswati Denpasar Cokorda Javandira, S.P., M.P. telah melakukan sebuah inisiatif pengabdian masyarakat di Desa Awan, Kintamani, Bali.

BACA JUGA:  Kapolda Bali Buka Maybank Marathon 2022

Inisiatif ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Program Studi Agroteknologi Universitas Mahasaraswati Denpasar untuk memberikan pendampingan kepada petani jeruk Awan Kintamani di tahap pasca panen. Fokus utama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memperkenalkan praktik-praktik terbaik dalam penanganan dan pemrosesan pasca panen buah jeruk, serta memberikan pelatihan kepada petani setempat terkait penyimpanan jeruk untuk mempertahankan mutu.

Tujuan dari Program Pengabdian Masyarakat

  1. Peningkatan Kualitas Jeruk: Salah satu tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kualitas buah jeruk Awan Kintamani. Para mahasiswa dan dosen membantu petani dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi kualitas buah, seperti pemilihan waktu panen yang tepat, penanganan pasca panen, dan penyimpanan yang benar.
  2. Peningkatan Efisiensi Produksi: Selain meningkatkan kualitas, program ini juga bertujuan meningkatkan efisiensi produksi. Petani mendapatkan pelatihan tentang praktik-praktik pertanian modern dan teknik-teknik pasca panen yang efisien, termasuk pemilihan metode penyimpanan yang sesuai.
  3. Pemasaran yang Lebih Baik: Program ini juga membantu petani dalam memahami aspek pemasaran produk mereka. Mahasiswa dan dosen memberikan pengetahuan tentang strategi pemasaran, branding, dan cara berinteraksi dengan pelanggan potensial.
  4. Pemberdayaan Petani Lokal: Dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, program ini bertujuan memberdayakan petani lokal untuk menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan dalam usaha pertanian mereka.
BACA JUGA:  Konsumsi Listrik Tumbuh 9,53 Persen di Akhir Maret 2022

Kegiatan-Kegiatan Utama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup serangkaian kegiatan, antara lain:

  1. Pelatihan Pasca Panen: Mahasiswa dan dosen memberikan pelatihan kepada petani tentang teknik-teknik pasca panen yang baik, seperti penanganan, penyortiran, dan penyimpanan buah jeruk.
  2. Pengamatan Lapangan: Mahasiswa melakukan pengamatan langsung di kebun jeruk petani untuk memahami kondisi pertanian dan memberikan rekomendasi.
  3.  Pengenalan Teknologi Modern: Program ini juga mencakup pengenalan teknologi pertanian modern, seperti penggunaan alat pemotong yang efisien dan penggunaan aplikasi pertanian.
  4. Pelatihan Pemasaran: Petani mendapatkan pelatihan dalam hal pemasaran dan cara memasarkan produk-produk mereka secara efektif.
BACA JUGA:  Ajendam IX/Udayana Gelar Acara Tradisi Penerimaan Anggota Baru

Hasil dan Dampak, Program pengabdian masyarakat ini telah memberikan hasil yang positif bagi petani jeruk Awan Kintamani di Desa Awan, Kintamani, Bali. Beberapa hasil dan dampak yang signifikan meliputi:

  1. Peningkatan Kualitas Jeruk: Kualitas buah jeruk Awan Kintamani meningkat, menghasilkan buah yang lebih segar dan lezat.
  2. Efisiensi Produksi yang Lebih Baik: Petani dapat mengelola produksi mereka dengan lebih efisien, mengurangi pemborosan dan meningkatkan hasil panen.
  3. Peningkatan Pendapatan: Dengan kualitas yang lebih baik dan pemahaman tentang pemasaran yang ditingkatkan, petani dapat menjual produk mereka dengan harga yang lebih tinggi, meningkatkan pendapatan mereka.
  4. Pemberdayaan Komunitas: Program ini telah memberdayakan komunitas petani lokal, memberi mereka pengetahuan dan keterampilan yang dapat mereka gunakan untuk masa depan yang lebih cerah dalam pertanian.
BACA JUGA:  Pengacara Lukas Enembe Seret Budi Gunawan & Tito Karnavian, Ini Alasannya

Program Studi Agroteknologi Universitas Mahasaraswati Denpasar dengan inisiatif pengabdian masyarakat ini telah membantu menjaga keberlanjutan pertanian jeruk Awan Kintamani, sekaligus mendukung kesejahteraan petani di wilayah tersebut. Kegiatan ini adalah contoh nyata kolaborasi yang sukses antara perguruan tinggi dan masyarakat lokal untuk meningkatkan kehidupan petani dan menjaga warisan pertanian Bali. Jeruk Awan Kintamani tetap menjadi kebanggaan pulau ini dan semakin unggul dalam hal kualitas dan pemasaran.

Ditulis Oleh:
Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Mahasaraswati Denpasar
Cokorda Javandira, S.P., M.P.

.
Digiqole Ad
Spread the love