
DENPASAR, Letternews.net – Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar kembali mewujudkan komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kali ini, tim dosen dan mahasiswa menggelar edukasi tata laksana penanganan luka ringan bagi penyandang disabilitas sensorik netra di Yayasan Pendidikan Dria Raba, Denpasar, Sabtu (25/7/2026).
[irp]
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan praktis para siswa disabilitas dan pembina yayasan dalam melakukan pertolongan pertama secara mandiri, aman, dan tepat.
“Luka ringan sering dianggap sepele, padahal penanganan yang salah bisa memicu infeksi. Kami berharap pengetahuan ini memberikan keterampilan dasar serta kemandirian bagi peserta,” ungkap Ketua Pelaksana Kegiatan, apt. Dwi Arymbhi Sanjaya, S.Farm., M.Farm.-Klin.
[irp]

Guna memastikan materi dapat diserap secara optimal, tim pengabdian Fakultas Farmasi UNMAS Denpasar mengusung metode pembelajaran inklusif yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Beberapa inovasi dan tahapan edukasi yang diterapkan meliputi:
Audiobook Kesehatan: Pemanfaatan media audio berisi panduan langkah demi langkah penanganan luka dengan bahasa yang ringkas dan komunikatif.
Media Taktil (Perabaan): Peserta diajak mengenali secara langsung bentuk kemasan antiseptik, plester, hingga salep luka melalui sentuhan jari.
[irp]
Praktik Langsung: Pendampingan secara presisi saat peserta mempraktikkan cara membersihkan luka hingga memasang plester secara sistematis.
Pelibatan Pembina Yayasan: Mengikutsertakan pembina yayasan guna memastikan pendampingan perawatan kesehatan berjalan berkelanjutan.
Pihak Yayasan Pendidikan Dria Raba menyambut hangat dan mengapresiasi terobosan inklusif ini. Model edukasi berbasis rabaan dan audio ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar kelompok disabilitas mendapat akses informasi kesehatan yang merata dan berkualitas.
Editor: Rudi