
BADUNG, Letternews.net – Ketahanan pangan dan kemandirian energi di Pulau Dewata mendapat suntikan infrastruktur berskala masif. Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, secara serentak meresmikan lima bendungan besar di lima provinsi, termasuk di antaranya Bendungan Sidan yang terletak di perbatasan tiga kabupaten di Bali.
Peresmian monumental ini disaksikan secara virtual oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, langsung dari Kabupaten Badung pada Jumat (Sukra Pon, Medangsia), 10 Juli 2026.
Sementara itu, Presiden Prabowo memusatkan acara peresmian secara langsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain Bendungan Sidan dan Meninting, tiga bendungan lain yang turut diresmikan serentak meliputi Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, serta Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah.
[irp]
Dalam prosesi penandatanganan prasasti dan penekanan sirine di NTB, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa total investasi negara untuk kelima bendungan ini mencapai Rp9,79 triliun. Mega proyek ini diproyeksikan mampu mendongkrak produksi hingga 1 juta ton beras nasional.
“Kehadiran infrastruktur ini akan membawa dampak masif bagi ketahanan pangan, penyediaan air bersih, pengendalian bencana, hingga pencapaian swasembada energi hijau,” tegas Presiden Prabowo.
Dari titik pemantauan virtual di Bali, Gubernur Wayan Koster menghadiri peresmian didampingi jajaran pimpinan daerah, di antaranya Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Wakil Ketua DPRD Bali I Gede Komang Kresna Budi, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, serta Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun.
[irp]
Secara geografis, Bendungan Sidan memanfaatkan aliran Sungai Ayung yang legendaris. Konstruksi tapak dan genangan airnya membentang di wilayah strategis yang mempertemukan tiga kabupaten:
Kabupaten Badung: Desa Sidan, Kecamatan Petang.
Kabupaten Gianyar: Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan.
Kabupaten Bangli: Desa Bunutin, Desa Mengani, dan Desa Langgahan, Kecamatan Kintamani.
Profil Mega Proyek: Dibangun dengan masa konstruksi 2018–2024, Bendungan Sidan menelan nilai kontrak fantastis sebesar Rp1,8 triliun. Menggunakan tipe inovatif Zonal Inti Aspal, bendungan ini berdiri setinggi 68 meter dengan luas genangan mencapai 37,15 hektare serta kapasitas tampung total sebesar 5,76 juta meter kubik.
[irp]
Kehadiran Bendungan Sidan membawa multi-efek yang sangat vital bagi stabilitas wilayah Bali Selatan dan sekitarnya. Infrastruktur ini siap menyalurkan pasokan air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik dengan pembagian alokasi:
Kota Denpasar: 0,75 meter kubik/detik
Kabupaten Badung: 0,50 meter kubik/detik
Kabupaten Gianyar: 0,30 meter kubik/detik
Kabupaten Tabanan: 0,20 meter kubik/detik
Tidak hanya untuk kebutuhan domestik, bendungan ini mengairi lahan irigasi seluas 9.598 hektare melalui jaringan pipa sepanjang 123,19 kilometer, sekaligus mampu mereduksi potensi risiko banjir hingga seluas 108 hektare.
Menariknya, Bendungan Sidan juga dipersiapkan menjadi lumbung energi baru terbarukan (EBT) dengan total daya 8,08 MegaWatt (MW). Pasokan listrik hijau ini bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 0,65 MW dan pemanfaatan inovatif Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung sebesar 7,43 MW di atas permukaan genangan bendungan.
Editor: Rudi
Mari bergabung bersama kami!
Gabung di saluran Whatsapp resmi kami: Klik di Sini
Gabung di Grup Whatsapp Pembaca Setia kami: Klik di Sini