Jeda Sejenak di Sela Tugas, Anggota DPD RI Merta Jiwa Larut dalam Kehangatan Tradisi di Pura

 Jeda Sejenak di Sela Tugas, Anggota DPD RI Merta Jiwa Larut dalam Kehangatan Tradisi di Pura

Foto: Anggota DPD RI Bali, I Komang Merta Jiwa, saat mengikuti Upacara Dewa Yadnya. Sebuah refleksi tentang tradisi dan kebersamaan.

BADUNG, Letternews.net — Di tengah padatnya agenda sebagai wakil rakyat di Senayan, Anggota DPD RI perwakilan Bali, I Komang Merta Jiwa, memilih pulang ke akar tradisi. Kehadirannya dalam Upacara Dewa Yadnya Pangeratepan Tapakan Ratu Gede baru-baru ini, bukan sekadar pemenuhan kewajiban religius, melainkan sebuah pencarian makna di balik kebersamaan.

Merta Jiwa tampak melebur bersama krama, menanggalkan sejenak atribut kedewanan untuk menyatu dalam nafas spiritualitas yang kental di Pulau Dewata.

BACA JUGA:  Polisi Gerebek Indekos Tempat Prostitusi

Lebih dari Sekadar Prosesi

Bagi pria yang akrab disapa Merta Jiwa ini, upacara adat adalah ruang jeda yang sangat berharga. Ia menyoroti bahwa esensi dari ritual bukan hanya terletak pada megahnya banten atau panjangnya prosesi, melainkan pada pertemuan-pertemuan kecil yang terjadi di sela-sela upacara.

“Bukan hanya tentang prosesi, tapi tentang pertemuan-pertemuan kecil yang menghadirkan senyum, sapa, dan tawa yang mengalir begitu saja di antara kebersamaan,” ungkap Merta Jiwa dengan nada reflektif.

BACA JUGA:  Hambalang Memanggil! Usai Lawatan Luar Negeri, Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri Kabinet Merah Putih Evaluasi Program Strategis

Merawat Kenangan Lewat Kesederhanaan

Upacara Pangeratepan ini menjadi cermin betapa kuatnya ikatan sosial masyarakat Bali. Merta Jiwa menegaskan bahwa ruang kebersamaan yang terbentuk dari kesederhanaan justru meninggalkan kesan yang paling dalam. Baginya, momen berbincang santai dengan warga di area pura adalah cara terbaik untuk tetap membumi dan mendengar aspirasi dengan cara yang paling tulus.

“Upacara ini menjadi ruang di mana kebersamaan terbentuk dari kesederhanaan, tetapi tetap berkesan. Dari momen-momen seperti inilah, kenangan akan terus hidup dan tinggal lebih lama,” tambahnya.

Kehadiran sosok anggota DPD RI di tengah krama ini menjadi pengingat bahwa setinggi apa pun jabatan seseorang, leluhur dan tradisi adalah tempat kembali yang paling menenangkan.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: