Misteri Pasca-Nyepi: Sapa Warang Dibongkar, Tapi Kisahnya Belum Benar-benar Usai!

 Misteri Pasca-Nyepi: Sapa Warang Dibongkar, Tapi Kisahnya Belum Benar-benar Usai!

Foto: Ogoh-ogoh Sapa Warang karya Marmar Herayukti (ST. Gemeh Indah) dibongkar namun belum dibakar. Ada “kejutan” besar yang sedang disiapkan sebagai penutup.

DENPASAR, Letternews.net – Prosesi pembongkaran ogoh-ogoh pasca-Hari Suci Nyepi biasanya menandai akhir dari sebuah karya seni musiman. Namun, hal berbeda terjadi pada mahakarya “Sapa Warang” milik ST. Gemeh Indah, Banjar Gemeh, Denpasar. Meski telah dibongkar pada Sabtu (21/3/2026), sang maestro Marmar Herayukti memberi sinyal bahwa perjalanan Sapa Warang masih menyisakan satu babak rahasia.

Fenomena ini menarik perhatian publik lantaran Sapa Warang merupakan salah satu ogoh-ogoh paling ikonik di Denpasar tahun ini. Alih-alih langsung dibakar (pralina secara fisik total), bagian-bagian dari ogoh-ogoh ini tampak diperlakukan secara khusus.

BACA JUGA:  Diduga Gangguan Jiwa, Anak Bunuh Ayah

Pralina Niskala Sudah, Sekala Belum Usai

Marmar Herayukti menjelaskan bahwa secara spiritual atau niskala, Sapa Warang telah melalui upacara pralina dengan banten yang sesuai. Hal ini penting untuk mengembalikan unsur-unsur spiritualnya. Namun, secara sekala atau wujud fisik dan narasi seninya, Sapa Warang ternyata tengah dipersiapkan untuk sebuah pertunjukan lanjutan.

“Ini belum selesai. Kami sedang mempersiapkan sebuah ‘ending’ yang masih dirahasiakan sebagai penutup perjalanan Sapa Warang,” ungkap Marmar penuh misteri.

BACA JUGA:  Densus 88 Antiteror Polri Ungkap Teroris yang Ditangkap di Malang Sering Akses Situs Propaganda Daulah Islamiyah

Menanti Kejutan di Panggung Terakhir

Keputusan untuk tidak langsung memusnahkan fisik ogoh-ogoh ini memicu spekulasi di kalangan pecinta seni Bali. Banyak yang menduga Sapa Warang akan muncul dalam panggung teatrikal atau pameran seni kontemporer berskala lebih besar.

Marmar sendiri belum memberikan rincian panggung seperti apa yang akan menjadi tempat berlabuh terakhir bagi Sapa Warang. Namun, satu hal yang pasti, penutup ini bukan sekadar perpisahan biasa, melainkan sebuah transformasi menuju sesuatu yang lebih besar.

Warga dan penikmat seni kini hanya bisa menanti kejutan seperti apa yang akan disuguhkan oleh ST. Gemeh Indah. Sapa Warang membuktikan bahwa ogoh-ogoh bukan sekadar boneka raksasa, melainkan sebuah entitas seni yang memiliki nyawa narasi bahkan setelah malam pangerupukan berakhir.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: