Kesenian Kontemporer Bali Butuh Panggung Seimbang, Ibu Putri Koster Siapkan Lomba Drama Modern
Persiapan Nyepi dan Lebaran, Masyarakat Bali Tahan Belanja di Februari Demi Keperluan Maret
Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja

DENPASAR, Letternews.net – Kinerja perdagangan eceran di Provinsi Bali menunjukkan tren positif pada Februari 2026. Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali tercatat sebesar 124,3 atau tumbuh 6,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi masyarakat di Pulau Dewata tetap berada di level optimis.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, dalam siaran persnya pada Kamis (13/3/2026), menjelaskan bahwa meskipun tumbuh secara tahunan, IPR Bali mengalami perlambatan tipis sebesar 0,1% secara bulanan (month-to-month/mtm).
Dampak Low Season dan Persiapan Hari Raya
Perlambatan bulanan ini dinilai sebagai fenomena musiman. Selain karena dampak pasca-libur Tahun Baru, adanya periode Ramadan mendorong wisatawan domestik lebih memilih pulang ke kampung halaman masing-masing dibandingkan berwisata ke Bali. Hal ini diperkuat dengan data Angkasa Pura yang mencatat penurunan kunjungan wisatawan domestik sebesar 15% (mtm).
“Pelaku usaha melihat adanya kecenderungan masyarakat lokal untuk menahan pengeluaran di bulan Februari. Ini merupakan langkah persiapan dana untuk memenuhi kebutuhan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni Nyepi dan Idulfitri pada bulan Maret,” jelas Erwin.
Beberapa kategori yang mengalami penahanan konsumsi antara lain sektor Peralatan Informasi dan Komunikasi, Sandang, serta Suku Cadang dan Aksesori.
Optimisme Ritel Masa Depan
Meski terjadi penurunan musiman, pelaku usaha ritel di Bali tetap menatap masa depan dengan optimis. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) untuk bulan April 2026 diprediksi melonjak ke angka 170, jauh lebih tinggi dibandingkan IEP Maret sebesar 126.
Lonjakan ini didorong oleh keyakinan bahwa aktivitas ekonomi akan kembali memuncak seiring dengan libur panjang dan perayaan hari raya. Data perbankan per Januari 2026 juga menunjukkan pertumbuhan kredit pada Lapangan Usaha Perdagangan yang mencapai 1,83% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya.
Dukungan Stimulus dan Operasi Pasar
Untuk menjaga daya beli dan menekan inflasi, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga kebijakan. Di sisi lain, pemerintah juga menggelontorkan insentif berupa promo tiket moda transportasi laut dan udara guna memicu pergerakan masyarakat.
“Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali juga terus mengakselerasi operasi pasar murah menjelang Nyepi dan Idulfitri. Kami ingin memastikan kestabilan harga komoditas strategis sehingga perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan,” pungkas Erwin.
Editor: Rudi.







