Sambut Imlek dengan Spirit Vasudhaiva Kutumbakam, I Made Mudra Ajak Warga Denpasar Pererat Persaudaraan
Foto: Anggota Komisi IV DPRD Denpasar I Made Mudra ucapkan Selamat Imlek 2026. Mantan Kadis Kebudayaan ini tekankan pentingnya doa dan kerukunan warga Denpasar.

DENPASAR, Letternews.net – Momentum Tahun Baru Imlek 2026 menjadi ajang memperkuat kerukunan di Kota Denpasar. Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Fraksi PDI Perjuangan, I Made Mudra, menyampaikan pesan bermakna bagi seluruh masyarakat yang merayakan, Senin (16/02/2026).
Sosok yang juga dikenal sebagai mantan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar ini menekankan bahwa perayaan Imlek memiliki dimensi spiritual dan sosial yang jauh lebih dalam dari sekadar tradisi fisik.
Ucapan Baik sebagai Doa dan Energi Positif
Menurut Made Mudra, esensi dari perayaan Imlek terletak pada ketulusan harapan yang disampaikan antar sesama. Ia meyakini bahwa kata-kata positif adalah pembuka jalan bagi keberuntungan di tahun yang baru.
“Tahun Baru Imlek bukan cuma soal barongsai, angpao, atau makan besar. Di balik semua tradisi itu, ada satu hal sederhana tapi bermakna: ucapan baik. Kata-kata yang tulus dipercaya membawa doa, harapan, dan energi positif untuk setahun ke depan,” ujar Made Mudra saat ditemui di Denpasar.
Lebih lanjut, ia mendoakan agar langkah seluruh warga Denpasar selalu dimudahkan. “Semoga Denpasar, rumah kita bersama, selalu penuh kedamaian dan kebahagiaan dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam (kita semua bersaudara),” tambahnya.
Dedikasi Terhadap Pelestarian Budaya
Sebagai Anggota Komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat dan kebudayaan, I Made Mudra dikenal sangat aktif dalam menjaga akar tradisi Bali. Rekam jejaknya sebagai mantan Kadis Kebudayaan menjadikannya sosok yang vokal dalam optimalisasi Utsawa Dharma Gita serta penguatan bahasa dan sastra Bali.
Bagi Mudra, harmoni antara perayaan lintas budaya seperti Imlek dengan kelestarian budaya lokal adalah kekayaan yang harus dijaga oleh Kota Denpasar. Dedikasinya dalam rapat-rapat kerja terkait keagamaan dan kebudayaan menunjukkan komitmennya agar Denpasar tetap menjadi kota yang santun, religius, namun tetap modern dalam toleransi.
Editor: Rudi.







