Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih di Sanggah Paibon Sentana Dalem Tarukan Pedungan

 Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih di Sanggah Paibon Sentana Dalem Tarukan Pedungan

Foto: Wawali Denpasar Arya Wibawa hadiri Karya Ngenteg Linggih di Sanggah Paibon Sentana Dalem Tarukan Pedungan. Upacara sakral setelah 15 tahun menanti.

DENPASAR, Letternews.net – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri prosesi sakral Karya Ngenteg Linggih, Pedudusan Alit, dan Caru Rsi Gana di Sanggah Paibon Sentana Dalem Tarukan, Banjar Sawah, Desa Pakraman Pedungan, pada Rabu (11/02/2026). Kedatangan Wawali Arya Wibawa disambut hangat oleh ratusan pratisentana yang tengah melaksanakan puncak pujawali dengan penuh khidmat.

Upacara besar ini merupakan bentuk persembahan suci (yadnya) yang bertujuan untuk menyucikan tempat suci sekaligus memohon kehadiran Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk berstana di tempat tersebut.

BACA JUGA:  Polda Bali Tegaskan Masyarakat Waspada Pinjol

Makna Ngenteg Linggih: Keharmonisan bagi Pratisentana

Dalam sapaannya, Wawali Arya Wibawa menekankan pentingnya esensi spiritual dari prosesi Ngenteg Linggih. Menurutnya, upacara ini bukan sekadar ritual fisik, melainkan upaya batiniah untuk memohon perlindungan bagi keluarga besar.

“Upacara ini merupakan prosesi untuk melinggihkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya di tempat suci. Kita memohon agar Beliau berkenan menetapkan stana-Nya (ngenteg), sehingga dapat memberikan perlindungan, keharmonisan, serta kesejahteraan bagi seluruh pratisentana,” ujar Arya Wibawa.

Beliau juga memberikan apresiasi tinggi atas semangat gotong royong dan kekompakan krama pengempon dalam menyelenggarakan karya ini. Diharapkan, semangat kebersamaan ini menjadi pondasi kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:  Prabowo Subianto, Korupsi Pengkhiatan Terhadap Bangsa Harus Diberantas Hingga ke Akar

Ritual Setelah 15 Tahun: Melinggihkan 33 Dewa Pitra

Ketua Panitia Karya, I Nyoman Kariasa, mengungkapkan bahwa rangkaian upacara ini telah dimulai sejak 30 Januari lalu. Puncak karya pada hari ini, Buda Cemeng Menail, diisi dengan upacara Pecaruan Rsi Gana, Puja Wali, serta Ilen-ilen Mangku yang dipuput oleh dua sulinggih, yaitu Ida Pedanda Gerya Pemeregan dan Ida Pedanda Tegal Telaga.

Kariasa menambahkan, momen ini sangat spesial karena Karya Ngenteg Linggih terakhir kali dilaksanakan sekitar 15 tahun yang lalu. “Mengingat sudah cukup lama, kali ini kami sekaligus melaksanakan upacara ngelinggihang 33 Dewa Pitra yang akan distanakan di sanggah ini,” jelasnya.

Sanggah Paibon Sentana Dalem Tarukan sendiri diempon oleh 43 Kepala Keluarga (KK) dengan total sekitar 250 jiwa. Seluruh rangkaian upacara dijadwalkan akan diakhiri dengan prosesi Nyinep pada 14 Februari mendatang.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: