Melaju Kencang! Ekonomi Bali Tumbuh 5,86% di Akhir 2025, Lampaui Capaian Nasional

 Melaju Kencang! Ekonomi Bali Tumbuh 5,86% di Akhir 2025, Lampaui Capaian Nasional

Foto: Ekonomi Bali Triwulan IV 2025 tumbuh 5,86% (yoy), melampaui nasional. Pariwisata & konsumsi jadi motor utama. Simak strategi Panca Kerthi BI di sini.

DENPASAR, Letternews.net – Perekonomian Bali mencatatkan performa gemilang di penghujung tahun 2025. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, ekonomi Pulau Dewata pada Triwulan IV 2025 tumbuh kuat sebesar 5,86% (yoy). Angka ini secara signifikan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,39% (yoy).

Capaian ini menempatkan Bali sebagai salah satu provinsi dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di Indonesia. Sepanjang tahun 2025 sendiri, akumulasi pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82% (yoy), membuktikan daya tahan Bali di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global.

BACA JUGA:  Pasca Pandemi, Inbound Tourism Association Bali Garda Depan untuk Datangkan Wisatawan

Pariwisata dan Konsumsi Jadi Motor Penggerak

Kuatnya kinerja ekonomi Bali ditopang oleh semua lini, baik dari sisi pengeluaran maupun lapangan usaha:

  • Konsumsi Rumah Tangga: Tumbuh 5,85% (yoy), didorong oleh tingginya aktivitas rekreasi, transportasi, dan perhotelan.

  • Konsumsi Pemerintah: Meningkat tajam 10,73% (yoy) seiring kenaikan belanja pegawai dan bantuan sosial (APBN/APBD).

  • Investasi (PMTB): Tumbuh 5,47% (yoy), khususnya pada sektor bangunan yang didukung oleh modal asing (PMA) dan dalam negeri (PMDN).

Dari sisi lapangan usaha, sektor Akomodasi dan Makan Minum menjadi jawara dengan pertumbuhan sebesar 8,90% (yoy), disusul sektor Perdagangan (5,97%) dan Transportasi (5,53%) yang didorong oleh padatnya kunjungan wisatawan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai.

BACA JUGA:  Tumpek Landep di Pura Agung Loka Natha

Proyeksi 2026: Momentum HBKN dan Pariwisata MICE

Bank Indonesia memprakirakan tren positif ini akan berlanjut pada Triwulan I 2026. Optimisme ini didorong oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Nyepi, serta Ramadan dan Idulfitri.

Selain itu, peningkatan frekuensi penerbangan internasional dan maraknya kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) diprediksi akan terus mendongkrak angka kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara.

BACA JUGA:  Tanpa Pesaing Musprov Perpani Bali 2025,  I Made Rentin Kembali Nahkodai Perpani 

Strategi ‘Panca Kerthi’ Bank Indonesia

Guna memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, Bank Indonesia merekomendasikan lima strategi utama yang disebut ‘Panca Kerthi’:

  1. Sektor Unggulan Baru: Memperkuat pertanian dan ekonomi kreatif sebagai sumber ekonomi baru di luar pariwisata.

  2. Pariwisata Berkualitas: Diversifikasi destinasi berbasis budaya lokal.

  3. Pengendalian Inflasi: Memperkuat sinergi TPID dan GNPIP untuk menjaga daya beli masyarakat.

  4. Akses Pembiayaan: Memperluas pembiayaan inklusif bagi UMKM dan sektor prioritas.

  5. Digitalisasi Sistem Pembayaran: Akselerasi penggunaan QRIS dan edukasi keamanan transaksi digital.

BACA JUGA:  Data BPS Jadi "Kompas" Pembangunan Bali: Gubernur Koster Instruksikan Kadis Kerja Keroyokan Turunkan Kemiskinan

Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan Bank Indonesia diharapkan mampu membawa ekonomi Bali tidak hanya tumbuh tinggi, tetapi juga memiliki daya saing global yang tangguh

Editor: Rudi.

.

Bagikan: