Targetkan Juara Umum Porprov 2027, Wawali Arya Wibawa Buka Rakerkot KONI Denpasar 2026
Perkuat Diplomasi “Arak-Kopi”, Gubernur Wayan Koster Jajaki Sister City dan Peluang Kerja Migran dengan Slovakia
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster terima Dubes Slovakia Tomas Ferko. Bahas pembukaan Konsulat, peluang kerja migran, hingga promosi Arak Bali lewat diplomasi unik.

DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Provinsi Bali terus memantapkan posisinya di kancah internasional. Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima audiensi resmi Duta Besar (Dubes) Republik Slovakia untuk Indonesia, Tomas Ferko, di Kantor Gubernur Bali, Renon, Senin (19/01/2026). Pertemuan ini menjadi sinyal kuat perluasan jejaring kerjasama strategis antara Pulau Dewata dengan negara di Eropa Tengah tersebut.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini tidak hanya sekadar perkenalan resmi, tetapi juga membahas berbagai agenda krusial mulai dari ekonomi kreatif hingga perlindungan tenaga kerja migran.
Wacana Sister City dan Peresmian Konsulat
Salah satu poin strategis yang dibahas adalah pengembangan program Sister City. Kerjasama ini diharapkan mampu mempertemukan potensi Bali dengan wilayah di Slovakia dalam sektor pendidikan, budaya, dan pariwisata berkelanjutan.
Sebagai bentuk penguatan hubungan diplomatik di tingkat regional, Dubes Tomas Ferko secara khusus mengundang Gubernur Koster untuk hadir dalam peresmian Kantor Konsulat Republik Slovakia di Bali pada 2 Februari 2026 mendatang. Acara prestisius tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Slovakia.
Peluang Kerja di Eropa untuk Tenaga Kerja Bali
Sektor ketenagakerjaan menjadi bahasan mendalam dalam audiensi ini. Kedua pihak menjajaki peluang penempatan tenaga kerja migran asal Bali di Slovakia. Langkah ini dipandang sebagai kesempatan emas bagi masyarakat Bali untuk berkarir di kancah internasional dengan jaminan perlindungan dan kesejahteraan yang mumpuni.
Diplomasi Budaya lewat Kopi dan Arak Bali
Menariknya, Gubernur Koster konsisten memperkenalkan potensi lokal kepada tamu mancanegara. Di sela pembicaraan serius, Gubernur mengajak Dubes Tomas Ferko untuk mencicipi Arak Bali yang dipadukan dengan Kopi Bali murni tanpa gula.
Sajian ini bukan sekadar jamuan, melainkan simbol diplomasi kerakyatan untuk memperkenalkan produk petani lokal Bali ke dunia internasional. “Kopi tanpa pemanis dan arak ini mencerminkan karakter Bali yang apa adanya, jujur, sederhana, namun tetap berprinsip,” ungkap Koster sebagai penanda bahwa kerjasama harus berlandaskan kepercayaan dan kesetaraan.
Editor: Rudi.








