Targetkan Juara Umum Porprov 2027, Wawali Arya Wibawa Buka Rakerkot KONI Denpasar 2026
Wujudkan Bhakti Niskala, Gubernur Koster Instruksikan Layanan Kesehatan Prioritas dan Beasiswa bagi Keluarga Sulinggih
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster buka Pasamuhan Agung SKHDN 2025. Janjikan layanan RS tanpa antre dan beasiswa sarjana bagi keluarga sulinggih sebagai wujud bhakti niskala.

DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi membuka Pasamuhan Agung Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat Tahun 2025 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. Dalam forum strategis para sulinggih tersebut, Koster menegaskan komitmennya untuk memberikan keberpihakan nyata kepada para pemimpin spiritual sebagai wujud penghormatan atas dedikasi mereka mendoakan keselamatan Pulau Dewata.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum SKHDN, Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, jajaran Forkopimda, perwakilan DPRD Bali, Majelis Desa Adat (MDA), serta para bendesa adat se-Bali.
Layanan Kesehatan Tanpa Antre dan Beasiswa Pendidikan
Dalam sambutannya yang penuh rasa bakti, Gubernur Koster menekankan bahwa dedikasi niskala para sulinggih selama ini menjadi pondasi aura dan keselamatan Bali. Sebagai bentuk apresiasi, ia menginstruksikan jajarannya untuk memberikan perlakuan khusus di sektor pelayanan publik.
“Jika ada sulinggih datang ke rumah sakit, harus langsung ditangani, diberikan layanan prima, dan tidak perlu mengantre. Saya minta perangkat daerah menyusun kebijakan agar mereka mendapatkan layanan kesehatan yang terhormat,” tegas Gubernur Koster.
Tak hanya kesehatan, keberpihakan juga menyasar sektor pendidikan. Gubernur berkomitmen memberikan beasiswa hingga jenjang sarjana bagi keluarga atau cucu sulinggih yang kurang mampu melalui pembiayaan APBD. Selain itu, pemerintah juga berencana memberikan dukungan berupa Siwa Krana sebagai perlengkapan upacara bagi para sulinggih.
Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali: Menjaga Keseimbangan Sekala-Niskala
Kebijakan ini, menurut Koster, merupakan implementasi dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pembangunan Bali tidak boleh hanya bersifat fisik (sekala), tetapi harus diperkuat dengan fondasi spiritual (niskala) yang diwariskan oleh para Rsi dan Danghyang terdahulu.
Gubernur juga mendorong Pasamuhan Agung SKHDN untuk mendalami isu strategis, termasuk penyempurnaan Kalender Bali (Tika) dan rangkaian Hari Raya Nyepi agar tetap berpijak pada sastra lontar leluhur yang murni.
“Jika sudah menjadi keputusan para sulinggih, pemerintah mendukung penuh agar Bali memiliki kalender yang murni dan dapat dipertanggungjawabkan secara niskala untuk fondasi Bali 100 tahun ke depan,” tambahnya.
Memohon Doa Tuntunan Sulinggih
Menutup arahannya, Gubernur Bali memohon tuntunan niskala dari para sulinggih agar kepemimpinannya selalu berjalan di koridor kebenaran demi mewujudkan krama Bali yang sejahtera dan bahagia.
Editor: Rudi.








