Video Viral Sekda Bali Marahi ASN: Gubernur Koster Tegaskan Itu Pembinaan, Bukan Luapan Emosi

 Video Viral Sekda Bali Marahi ASN: Gubernur Koster Tegaskan Itu Pembinaan, Bukan Luapan Emosi

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster

DENPASAR, Letternews.net – Sebuah video yang memperlihatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, sedang memarahi seorang ASN dalam rapat daring menjadi viral dan memicu perdebatan publik. Video tersebut terkait isu donasi korban banjir yang nominalnya sempat beredar di media sosial.

Gubernur Bali, Wayan Koster, akhirnya angkat bicara pada Minggu (21/9), menegaskan bahwa tindakan Sekda bukan karena emosi, melainkan bagian dari pembinaan kepegawaian. “Sekda adalah pembina kepegawaian Pemprov Bali, jadi itu pembinaan, bukan marah-marah,” kata Koster.

BACA JUGA:  PBB Jajaki Koalisi Dengan PDIP Untuk Hadapi Pilpres 2024 Mendatang

Alasan di Balik Teguran Keras

Dalam video yang beredar, Sekda Indra terlihat menegur keras seorang ASN yang menolak imbauan donasi dan kemudian menyebarkan rincian nominalnya ke media sosial. “Kamu sarjana, tapi malah posting. Apa kebanggaanmu? Senang rumahmu dihina orang? Senang rumah tanggamu dilecehkan?” tanya Indra dengan nada tegas.

Sekda Indra merasa kecewa karena ulah satu ASN tersebut membuat Pemerintah Provinsi Bali dihujat habis-habisan oleh warganet. Sebelumnya, Sekda sudah mengklarifikasi bahwa donasi yang dikumpulkan adalah sukarela, dan nominal yang beredar (Rp150 ribu hingga Rp3 juta) hanyalah imbauan, bukan sebuah aturan yang mengikat.

Gubernur Koster juga memperkuat pernyataan tersebut, menekankan bahwa donasi ini bersifat gotong royong dan tidak ada paksaan. Ia mencontohkan sumbangan dari berbagai pihak, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Front Lembaga Jasa Keuangan (FLJK), hingga dirinya sendiri, yang jumlahnya bervariasi. “Itu dana gotong royong sukarela. Kalau mau ikut ya silakan, nggak juga nggak apa-apa. Semua berdasarkan kerelaan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Beredar Video Mesum Tanpa Busana Wanita

Perdebatan Publik: Emosi atau Pembinaan?

Saat ini, opini publik terbelah dua. Sebagian menganggap tindakan Sekda terlalu emosional, sementara yang lain menilai ASN memang perlu dibina agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Kontroversi ini kembali memunculkan pertanyaan tentang batas antara pembinaan dan luapan emosi di lingkungan birokrasi, terutama di era media sosial yang serba terbuka.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: