oleh

Kasus Pidana Korupsi Salah Satu BUMN Perbankan di Kantor Cabang Kuta Dituntut 7 Tahun Penjara

Letternews.net | Badung —  Ida Bagus Gede Subamia yang menjadi terdakwa dalam kasus tindak pidana korupsi di salah satu BUMN yang bergerak pada sektor perbankan dan keuangan di Kantor Cabang Kuta dituntut pidana penjara 7 tahun. 

Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Denpasar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menuntut terdakwa dengan pidana denda Rp250 juta subsidiair 6 bulan kurungan.

“Terdakwa Ida Bagus Gede Subamia juga dituntut untuk membayarkan uang pengganti sebesar Rp890 juta sekian,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Badung I Ketut Maha Agung SH., MH., dengan dampingi Kepala Seksi Intelijen I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo, Rabu (8/9/2021) di Badung. 

Dijelaskan oleh Kajari, jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. 

Apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan. 

Menurut Kajari Badung, adapun hal yang memberatkan yang menjadi pertimbangan penuntut umum adalah selama proses penyidikan dan hingga persidangan berlangsung, terdakwa sudah diimbau untuk bisa mengembalikan kerugian negara yang telah dinikmati namun terdakwa belum bisa melakukan pengembalian. 

Selain itu, penuntut umum juga menuntut uang sebesar Rp237.420.200,- yang sebelumnya disita dari Koperasi Artha Buana Kencana untuk dikembalikan kepada BRI Kanca Kuta. 

Adanya penyitaan uang dari Koperasi Artha Buana merupakan bentuk penelusuran yang dilakukan oleh penyidik sebelumnya, terhadap beberapa BPKB mobil yang pernah diambil terdakwa dan telah digadaikan oleh pihak ketiga di Koperasi Artha Buana. (rl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *