oleh

Ini Caranya Unduh Sertifikat Vaksin COVID-19 secara Online di Pedulilindungi.id,

JAKARTA | Letternews.net — Terdapat beberapa aturan perjalanan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021.

Khusus untuk Pulau Jawa-Bali, pelaku perjalanan transportasi udara wajib memiliki sertifikat vaksin setidaknya dosis pertama serta menunjukan hasil tes PCR negatif yang berlaku maksimal 2×24 jam.

Sedangkan untuk perjalanan moda laut, darat, penyeberangan dan kereta api jarak jauh harus memiliki sertifikat vaksinasi minimal dosis pertama, hasil tes negatif PCR 2×24 jam atau tes antigen yang berlaku minimal 1×24 jam.

Untuk mempermudah perjalanan, kini sertifikat vaksinasi Covid-19 dapat diunduh secara online di laman pedulilindungi.id.

Melansir dari laman Covid19.go.id berikut cara mudah men-download sertifikat vaksinasi Covid-19 melalui pedulilindungi.id.

  1. Buka website https://pedulilindungi.id/.
  2. Masuk atau login dulu ke akun PeduliLindungi.
  3. Jika belum punya akun bisa Buat Akun dulu.
  4. Setelah berhasil login, unduh sertifikatnya dengan masuk ke menu Sertifikat.
  5. Selesai mengunduh, jangan lupa keluar dari akun (logout).

Sangat penting untuk tidak mengumbar kartu maupun sertifikat vaksinasi di media sosial. 

Pasalnya terdapat banyak informasi pribadi di dalamnya, seperti nama lengkap, NIK, tanggal lahir, tanggal pelaksanaan vaksinasi, serta ID sertifikat.

Lalu bagaimana cara kerja aplikasi Pedulilindungi di lapangan?

Kementerian Kesehatan telah membuka akses bagi operator moda udara untuk melakukan cek kesehatan bagi para penumpangnya.

Mulai dari Minggu, 4 Juli 2021, pengecekan kesehatan akan berlangsung secara otomatis dengan menunjukkan QR code di aplikasi PeduliLindungi.

Tak hanya itu, pelaku perjalanan juga bisa menunjukkan nomor NIK di counter check-in.

Dengan demikian, pelaku perjalanan tidak perlu lagi membawa sertifikat vaksin dalam bentuk hardcopy.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut semua data penumpang yang telah melakukan vaksinasi dan hasil pemeriksaan PCR atau antigen akan tersimpan dengan aman.

Data itu tersimpan di big data Kemenkes yakni New All Record (NAR) yang terkoneksi langsung dengan aplikasi PeduliLindungi.

Kemudian bagi lab-lab yang belum memasukkan data hasil swab PCR atau antigen ke NAR, pada 12 Juli 2021 nanti hasil tesnya tidak akan berlaku lagi untuk penerbangan.

Sementara itu, Budi menilai mekanisme ini dapat memastikan semua penumpang yang akan bepergian dalam kondisi sehat. (Mel/nesiatimes)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *