oleh

DPC PBB Apresiasi KPU Kota Denpasar Berhasil Menghemat Anggaran Pilkada 2020 Rp 7 Miliar Lebih

DENPASAR | Letternews.net — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Denpasar, mengapresiasi KPU Kota Denpasar pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Tahun 2020 lalu berhasil mencatat penghematan anggaran sebesar Rp 7,4 miliar. Anggaran yang tersisa tersebut dikembalikan ke kas Daerah Kota Denpasar.

“Kami PBB Denpasar mengapresiasi KPU telah berhasil penghematan anggaran sebesar Rp 7,4 miliar dan mengucapkan terima kasih karena Pemilihan Walikota tahun 2020 bisa berjalan lancar, aman, tertib dan  kondusif,” kata Rudianto. Saat di wawancara disela-sela Rapat Evaluasi Pendistribusian Logistik Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar Tahun 2020. Kamis, 29 April 2021

Rudianto menuturkan bahwa penghematan anggaran sebesar Rp 7.451.111.382 yang dilakukan KPU Kota Denpasar tidak mengurangi kinerjanya. Untuk itu, rasa syukur kepada Tuhan harus dilakukan karena kerja besar ini bisa dituntaskan dari awal sampai akhir.

Rapat Evaluasi Pendistribusian Logistik Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar Tahun 2020. Kamis, 29 April 2021

“Atas nama Partai Bulan Bintang Kota Denpasar selalu mendukung dan bersinergi dan mengucapkan terimakasih kepada KPU Kota Denpasar yang menyelenggarakan Pilwali Kota Denpasar sehingga berjalan dengan lancar, tertib dan berintegritas,” pungkasnya.

Ketua KPU Kota Denpasar I Wayan Arsa Jaya mengatakan pada Pilwali 2020 pihaknya mengajukan rancangan anggaran belanja (RAB) atau kebutuhan anggaran Rp 32,4 miliar. KPU Kota Denpasar selaku penerima hibah pemilihan tahun 2020 melakukan perjanjian hibah dengan Pemerintah Daerah Kota Denpasar.

Dari jumlah anggaran yang diberikan setelah diproses KPU Kota Denpasar melakukan pengurangan anggaran atau penghematan dengan menyisakan Rp 7,4 miliar. “Penghematan anggaran menjadi upaya kami untuk mengelola keuangan daerah  dengan berpedoman asas kebutuhan. Artinya, kami berupaya menghemat, berifisiensi efektif dan efisien anggaran,” ungkap Arsa Jaya.

Menurutnya, yang menjadi sumber penghematan anggaran APBD adalah pihaknya juga mendapat anggaran dari APBN. Jadi, ada sisa anggaran  daerah yang bisa dikembalikan karena kebutuhan yang lain ditutup oleh dana APBN. (rd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *