oleh

SMAN 1 Kuta Selatan Sosialisasi P4GN, Strategi Bangun Sekolah Bersinar

BADUNG | Letternews.net — Gerakan perang melawan Narkoba ” War On Drugs” semakin digencarkan. Hasil survey 2019 jumlah penyalahguna Narkoba 1,8% (3,4 juta), dan angka pravelensi pelajar SMA yang pernahemakai narkoba menempati posisi pertama dibandingkan pelajar SMP dan Mahasiswa, demikian disampaikan oleh AKBP Nyoman Sebudi, SE.,SH kepala BNN Kabupaten Badung pada kegiatan Sosialisasi P4GN untuk meewujudkan sekolah Bersinar di SMA N 1 Kuta Selatan, Kamis, 22 April 2021.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Dr. KN. Boy Jayawibawa dalam materi kebijakan provinsi Bali terkait sekolah bersinar menyampaikan visi

Pemerintah Provinsi Bali ; “Nangun Sat Kerthi Loka Bali: Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.” Dengan Misi membangun generasi muda yang bermoral, bermutu, dan berintegritas. Demikian ungkap  Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan  dan Olah Raga Provinsi Bali,  Dr. KN. Boy Jayawibawa dalam acara Pembukaan Sosialisasi P4GN dalam mewujudkan Sekolah Bersinar ( Bersih Narkoba) yang dilakukan pada Hari Kamis, 22 April 2021 di SMAN 1 Kuta Selatan secara tatapmuka dan virtual.

Dalam acara pembukaan  sosialisasi Boy menyampaikan apresiasi yang posisif terselenggaranya kegiatan seperti ini. Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) merupakan kegiatan yang  diselenggarakan sebagai wahana menghindarkan generasi muda khususnya peserta didik dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Bahaya penyalahgunaan narkoba dapat ditanggulangi dengan literasi, inversi, dan kurikulum.

“Peran serta tokoh masyarakat, sekolah, dan orang tua menjadi tiga pilar utama untuk menghindarkan pada generasi muda khususnya peserta didik dari penyalahgunaan narkotika” demikian ujar Boy dalam paparan materinya di hadapan Pengurus Komite, dewan guru, dan peserta didik yang hadir di Aula SMA Negeri 1 Kuta Selatan maupun yang mengikuti sosialisasi secara virtual.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala BNN Kabupaten Badung,AKBP Nyoman Sebudi, SE, SH, pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan dengan menyisipkan meteri tentang bahaya penyalahgunaan narkoba melalui materi pelajaran. Melaksanakan tata tertib yang baik. Melakukan pemeriksaan pada barang-barang bawaan peserta didik.
Ruang lingkup pelaksanaan kegiatan Sekolah Bersinar adalah sekolah, peserta didik, tim pelaksana pencegahan, serta pemangku kepentingan yang terkait.

Sebudi menambahkan, ada tujuh tahapan yang dialkukan dalam mewujudkan Sekolah Bersinar : Penentuan lingkungan, Membentuk tim pelaksana, pembekalan, menelaah masalah, pembuatan rencana, pelaksanaan kegiatan pencegahan, dan monitoring atau pelaporan.
Ada tiga indikator keberhasilan sekolah Bersinar, yaitu : adanya komitmen pihak sekolah dalam upaya pencegahanpenyalahgunaan narkoba yang dituangkan melalui regulasi, adanya kegiatan pencegahan penyalangunaan narkoba yang dilakukan pihak sekolah secara rutin atau berkelanjutan, dan terbentuknya satuan tugas antinarkoba di sekolah.

“Kita harus tetap mendampingi dan membimbing peserta didik untuk lebih maju terutama menghidarkan mereka dari bahaya penyalahgunaan narkoba” demikian motivasi Kepala SMA Negeri 1 Kuta Selatan, Dra. Luh Made Sri Yuniati, M.Pd. yang senantiasa memberi motivasi untuk para tenaga pendidik. (rl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *