oleh

FPB Unmas : Peran Karantina Tumbuhan dalam Ekspor-Impor Untuk Menunjang Kedaulatan Pangan

DENPASAR | Letternews.net — Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Unmas Denpasar mengadakan kegiatan webinar kolaborasi dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar. Webinar ini mengusung tema “Peran Karantina Tumbuhan dalam Ekspor-Impor Untuk Menunjang Kedaulatan Pangan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh 107 peserta dari Dosen, Mahasiswa dan Umum. Selasa, (6/4).

Dekan FPB Unmas, Dr. Ir. I Made Sukerta, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa karantina tumbuhan berperan penting mencegah masuk, tersebar dan keluarnya hama penyakit dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK). Karantina diatur berdasarkan Hukum Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 sebagai pengawasan atau pengendalian terhadap keamanan pangan dan mutu pangan. Pengamanan pangan sangat penting karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Bagi negara agraris seperti Indonesia, sektor pertanian merupakan sumber pangan utama bagi bidang kehidupan pokok untuk sebagian besar penduduk.

Wakil Dekan I FPB Unmas, Dr. Ir. I Ketut Sumantra, M.P, menyampaikan beberapa permasalahan terkait dengan aktivitas karantina untuk ekspor komoditas pertanian antara lain kriteria masing-masing Negara berbeda-beda sehingga menyulitkan petani di dalam penyediaan produk tersebut. Permasalahan lain yang juga dihadapi adalah kontinuitas produksi dan pemahaman petani tentang Good Agriculture Practice (GAP).

Kepala Balai Karantina, Drh. I Putu Terunanegara, M.M, dalam pemaparan materi membahas mengenai kajian akademis yang dgunakan sebagai panduan dalam menyusun kebijakan teknis dalam perkarantinaan serta sinergitas antara akademisi dan praktisi sehingga dapat memperkuat fungsi karantina tumbuhan untuk mendukung kedaulatan pangan dan melindungi plasma nutfah. Plasma nutfah wajib untuk dilindungi karena merupakan koleksi sumber daya genetik keanekaragaman tumbuhan. Karantina tumbuhan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam sistem perlindungan dan pelestarian tanaman. Karantina merupakan upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit atau OTPK dari luar negeri atau dari suatu area ke area lain di dalam negeri. Karantina berperan untuk antisipasi masuknya OTPK yang berpotensi berbahaya karena hal tersebut dapat merusak, mengganggu, bahkan menyebabkan kematian tumbuhan dan berdampak menimbulkan kerugian sosio-ekonomi. Selain itu dibahas mengenai kegiatan yang dilakukan Balai Karantina Pertanian terkait seleksi OTPK dan pencegahan OTPK di bandara dan pelabuhan.

Ketua Program Studi Agroteknologi FPB Unmas Denpasar, Dr. Listihani, S.P., M.Si, memaparkan materi mengenai urgensi karantina tumbuhan untuk pencegahan OTPK dalam suatu Negara. Akademisi berperan dalam identifikasi OTPK dari karakter biologinya serta proses analisis resiko organisme penganggu tumbuhan dengan membuat kajian akademis yang dapat dijadikan acuan oleh Balai Karantina sebagai persyaratan dalam ekspor-impor komoditas pertanian. (rl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *