oleh

PLN UID Bali Kembangkan Kendaraan Berbasis Listrik Berbasis Baterai (KBLBB)

DENPASAR | Letternews.net –– Pengembangan inovasi kendaraan masa depan dari menggunakan bahan bakar jenis Pertalite dan Pertamax, perlahan-lahan ke depan akan ditinggalkan kemudian beralih ke energi listrik. Hal ini diutarakan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali yang mana akan membangun 67 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan jangkauan perkotaan di Bali.

Manajer Sub Bagian Strategi Pemasaran PLN UID Bali Oscar Praditya mengatakan kendaraan listrik ke depan menjadi peluang untuk hemat biaya dan kebutuhan hidup masyarakat dibanding menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Rencana kami akan mengurangi BBM, yang mana masih cukup tinggi penggunaannya. Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo, juga ingin menghemat dan mengoptimalkan segala SDM dan SDA di Indonesia, salah satunya memanfaatkan komponen pembuat baterai dan negara kita berikutnya mampu lebih mandiri dalam bidang energi,” ujarnya di dampingi Manager Humas PLN UID Bali I Made Arya, Rabu (20/1) kemarin, di Renon, Denpasar.

Ia memaparkan bahwa terdapat Kebijakan untuk mendukung regulasi dan strategi dalam pengembangan Kendaraan Berbasis Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), yaitu melalui Permendagri Nomor 8 terkait dengan penghitungan pajak kendaraan bermotor.

“Jadi kalau kita membeli motor listrik ini bisa dapat stimulus untuk bisa mendapatkan harga pajak yang baik dibandingkan konvensional (motor pada umumnya),” katanya.

Mengenai aturan lainnya adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 65 Tahun 2020 mengenai konversi sepeda motor dengan penggerak bakar menjadi menjadi sepeda motor kendaraan listrik.

“Kami pun akan coba mengkonversikan kendaraan konvensional BBM menjadi kendaraan listrik, itu juga akan dilengkapi dengan pelatihan-pelatihan dan workshop petugas terkait untuk dapat mengubah kendaraan dari jenis BBM menjadi kendaraan listrik,” ucapnya.

Pihaknya juga mengacu kepada Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020, tentang penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Dengan demikian, maka PT PLN pun telah bergerak melalui kebijakan yang sudah mendukung untuk adanya pertumbuhan kendaraan listrik.

Namun demikian, apa saja keunggulan regulasi diberikan untuk menstimulasi percepatan kendaraan listrik ini? Hal itu antara lain, pemberian keleluasaan daya bagi pelanggan yang memiliki kendaraan listrik dan pada perkembangan zaman ke depan efisiensi konsumsi baterai jauh lebih murah dibandingkan menggunakan BBM.

“Kami akan berikan sambungan daya spesial dan untuk tambah daya listrik akan diberikan promo diskon. Di lain sisi, pengisian baterai Pukul 22.00-04.00 Wita akan PLN siapkan untuk memberi harga khusus over night dan juga promo diskon lainnya,” tandasnya. (Zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *